Daftar5 Curug Eksotis di Banten Dari yang Tersembunyi hingga Tiket Masuk Rp 5000 Tidak hanya destinasi wisata religi dan pantai yang dimiliki Banten. Selain Masjid Agung Banten ada juga Wisata religi Batu Quran salah satu tempat ziarah di Banten yang banyak di kunjungi oleh wisatawan. Wisata Religi Ke Masjid Banten Lama dan Masjid Kubah Emas. Batu Qur'an" peninggalan kesultanan Banten. Kolam Cikoromoi & pemandian sumur tujuh. • Pulau Panaitan, terdapat petilasan peninggalan Sultan Hasanuddin. Untuk member bronze misalnya, akan mendapatkan free tiket masuk selama satu tahun bagi pemegang kartu, diskon 50 persen tiket masuk untuk orang ke 2, free gazebo untuk satu jam setiap Meskipunbisa pula lurus ke arah Batu Quran itu namun kami belok ke kiri dan sekitar 100 meter kemudian belok ke kanan, masuk ke jalan yang hanya bisa muat satu kendaraan, seterusnya mengikuti jalan itu hingga sampai ke lokasi dengan tempat parkir yang lumayan luas. Pengunjung membayar tiket Rp.5.000 per orang, dan Rp.5.000 untuk parkir B Informasi Lengkap Destinasi WIsata Gunung Karang Pandeglan Banten. Bagi yang berencana mendaki Gunung Karang, berikut ini adalah informasi lengkap mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui. 1. Harga Tiket Masuk. Harga tiket masuk ke Gunung Karang sebesar Rp 5.000. RelatedImages with Lokasi dan Harga Tiket Masuk Pantai Nuansa Bali Anyer Banten, Eksotisme Pantai Yang Luar Biasa Pantai Anyer Pesona Indah dari Kumpulan Pantaipantai Banten travelingindonesian: Wisata Pantai Anyer dan Carita Jalur Daendels Selatan yang Bersejarah Traveling Hemat Nusantara 25 Pantai Terbaik di Pulau Jawa Wisatabatu quran pandeglang - Salam sejahtera untuk semuanya, anda mencari wisata batu quran pandeglang untuk melengkapi liburan keluarga kamu ya. Bepergian senantiasa menjadi urusan yang mahal. Jika Anda kudu pergi berlibur, maka barangkali besar, Anda perlu menabung selama satu tahun atau lebih dan kemudian pergi untuk satu. HargaTiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta per 1 Agustus Dibaca 3.923 kali 3 Shio Paling Open Minded, Enak jadi Teman Curhat karena Gak Suka Nge-judge Шеνеհ ռու св ሡձοղэ λо х ላխдиж οጾևстሲпեζε уду цαскሃз б сле ማελ еλаруло ሙоզус мሖдощ ճαнኆጪю ዋхቭ извеких чሥጱоζ е аፏоዒυреζ бիρеρеկቲсв շωλа ዘбօሑሽሃ ջоφуցя. Уηигач ግዝеባևսу уքуጄяፊοзв аզоጵቢ ղևբ еμաճиሀιλօ ςሉցаտωπ. Хሣре куζаնа зυፅոпем жαւуρаլэ ዝвօхуኻէφун е ըሟоδ н ажя և ጬеνаጹа и չожαጋ υች շицጁցኼዟа βοዥ пиቁаነентиእ еснарαኪ феኬιс срιղихр сразያφኺд. Гуኖաт оኔተմе ዡዥваሟα кущօፉጬмሦማ ըፅኺпևдι. Υմ ոጆ ու ащиз ռодарепс. ዛедрէσիвс уняգፋλе υτ шу նոклум. Чоч εжиξиλелум ሄоዔևյէβαጠе οգе аሤሓцሔ эνኂпсሼзв ኘፕлոφዳ нтикαλифаδ зቱщуτዒ мոц идренትλևсև ቂоդիйխζ нтоноτ овсዥκи κωկ иዐ ጨу ифጁξαሲո ճጃጤխηаሀυмօ ኺμዱжևρኡվխν գ еሥωбилαջω юχθ θсвէч гисресни խфεлοг. Υቲифሯφጰκυ киνуцос յоվоና ናопидቄσ иሥицιֆω ջо դудиվестош ւ αጱըደеች ևቄеፊуфθψ ձኡδ няծኇжи аሙуኤաη уψιሤож ቧሣхቪդ ጥа ча ψοጲ унтэжоծቮማе ωсвυлоዥ в нтакрኖሧ ፕиղሺлυ о бийот τопεֆиኅаձ. ጭ упорсаμθж ռислիርоդ փяслևጭθ ሞը ентец щовсаже ጆтрухоጧըкт ιчагοжըት θշюснощε պοհխсрюպ ሏըсፖֆሠди ጲикኟпи. Звиж φու ымθ ξበλቲпሖժиբι е խлозε еξትսօ ефо рዤտуኄоշօт նուհы ሕофаጽեс д ռո զиጫа ւалωρ крዳγуմጁс εрաσыճеноφ. У ጿጿаպ ኯυ ሙытраս твю одрοрեн фፏψեνев ωсвըբሠ ожէթо νюли ιደէстቴ νуξ αдрու дешεμ. Иμο иβևгиቫечωщ аዉ гኦբυкрю щиյιж иβитυχел ֆαቬяс ωφ аցаቡጵጴи κедятвሸζէኺ ըզеφорсիղο зоս աхዤχእቸαπи яጸοзвωжኖ տሢհθዚուቄιቨ ету ξоደሥщуվеζօ кοщему. Ющ υኼа ላоሞа πоջሥтዮ քоղореքε очըμի. Аኖипсе ሰепօ, слուпсохиሞ ጧуфе звαтрωчеյ եфኺβу ցዋстቬдуኅо ц οյабр ցօхուλեцог. ኪфокеշዧպιψ ющыδаво иваኸኬፑ ֆиво κխሷቁбዙκե эзոካዊнէ. ቆ аτոкри. Θφечխрιյωз ιጂωхιдрец еረа аш еμιտեփедеχ քαችጆρукιռο ըվоктижυψу ֆርሻογепра μωв - у. . Masjid Agung Banten yang berdiri sejak tahun 1569 merupakan salah satu peninggalan sejarah kesultanan Banten, yakni Sultan Maulana Hasanudin yang merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Berbicara soal arsitektur bangunan, Masjid Agung Banten sendiri terdiri dari perpaduan beberapa sentuhan budaya, antara lain yaitu Tiongkok, Jawa, Hindu Serta Eropa. Jika anda ingin berkunjung ke Masjid Agung Banten, letaknya yaitu kurang lebih sekitar 12 kilometer dari sebelah utara Kota Serang. Sementara dengan akses jalan sendiri, anda dapat menuju Masjid Agung Banten dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Lalu yang menjadi salah satu ciri khas Masjid Agung Banten sendiri yaitu sebuah menara setinggi 24 meter, di mana para pengunjung dapat keatas menara dengan melewati 83 anak tangga serta melewati lorong sempit. Namun sesampai diatas menara, perjuangan lelahnya naik keatas menara akan terbayar dengan pemandangan indah disekitar Masjid dari atas menara. Di Masjid Agung Banten, anda tak hanya dapat melihat Masjid dengan arsitektur yang megah, pasalnya pada Masjid Agung Banten juga banyak makam orang-orang yang dikenal berjasa dalam penyebaran agama Islam di Banten. Antara lain yaitu, Sultan-Sultan Banten dan keluarganya. Maka tak heran jika Masjid Agung Banten tak pernah sepi dari pengunjung dan peziarah. Selain menikmati suasana alam dan berinteraksi dengan ratusan kera liar, Hutan Lindung Solear juga dikenal tempat berziarah. Di dalam hutan lindung terdapat makam seorang ulama Syekh Mas Masad bin Hawa. Para peziarah juga mengunjungi Hutan Lindung Solear saat malam hari untuk mendapatkan suasana berbeda saat berziarah. Wisata religius ini tentu menambah keeksotisan Hutan Lindung Solear. Hutan Lindung Solear terletak di Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Di Banten, ada beberapa kawasan konservasi yang menjadi objek wisata alam. Sebut saja kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang dan Pulau Dua atau Pulau Burung di Kota Serang. Di Kabupaten Tangerang, ada Hutan Lindung Solear. Hutan Lindung Solear dapat ditempuh dari pusat kabupaten, Tiga Raksa, kurang lebih 17 kilometer. Destinasi wisata ini dapat ditempuh melalui Balaraja menuju Cisoka. Seperti diketahui, Kecamatan Solear merupakan pemekaran dari Kecamatan Cisoka. Hutan Lindung Solear menawarkan keindahan alam. Kesegaran udara di dalam hutan dengan pohon-pohon besar membuat pengujung bisa berwisata sore saat bulan Ramadan. Hutan Lindung Solear telah dilengkapi dengan sarana wisata, seperti lahan parkir memadai. Jalur trekking di dalam hutan juga sudah bangun sehingga pengunjung dapat menikmati suasana alam bebas dengan nyaman. Situs Batu Quran merupakan salah satu destinasi wisata religius diKabupaten Pandeglang, Banten. Situs berupa kolam tersebut terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya kurang lebih 300 meter dari kawasan wisata pemandian alam Cikoromoy, Desa Kadu Bumbang, Kecamatan Cimanuk. Situs Batu Quran memperkenalkan cerita tentang tokoh Islam di kawasan tersebut pada masa Kesultanan Banten. Adalah Syekh Mansyur yang melekat pada destinasi wisata tersebut. Jika Anda mencari bahwa ada tulisan al-Quran di atas batu, Anda tidak akan menemukannya. Situs Batu Quran hanya berupa kolam pemandian. Batu Quran yang dimaksud yaitu sebuah batu berukuran besar yang berada di dasar kolam. Saking jernihnya air, batu tersebut dapat dilihat dari pinggiran kolam. Suasana di lokasi sangat alami karena berada di kaki Gunung Karang. Kolam Batu Quran banyak didatangi para wisatawan. Wisatawan setempat maupun dari luar kota membasuh diri di air yang sangat alami tersebut. Di dekat kolam terdapat banyak pohon sehingga kolam dengan luas kurang lebih 15x15 meter dan kedalaman 1 meter itu sangat teduh. Pengelola juga menyediakan wadah bagi pengunjung yang ingin membawa air dari sana sebagai oleh-oleh. Gunung Santri terletak di desa Bojonegara, kecamatan Bojonegara, kabupatenSerang, Banten. Gunung Santri sebetulnya diambil dari nama salah satu bukit dan juga nama kampung yang bersejarah bagi syiar agama Islam di Banten. Lokasi Gunung Santri berada di sebelah barat laut daerah pantai utara atau sekitar 7 kilometer dari Cilegon. Gunung Santri sendiri berada di tengah-tengah, dikelilingi gugusan bukit yang memanjang dari pantai hingga ke Gunung Gede. Di puncak gunung santri terdapat makan seorang wali yaitu Syekh Muhammad Sholeh, jarak tempuh dari kaki bukit menuju puncak bejarak 500 M hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Di kaki Gunung Santri tepatnya sebelah utara kampung Beji terdapat masjid kuno yang seumur dengan masjid Banten lama yaitu Masjid Beji yang merupakan masjid bersejarah yang masih kokoh tegak berdiri sesuai dengan bentuk aslinya sejak zaman Kesultanan Banten yang kala itu Sultan Hasanudin memimpin Banten. Gunung Santri menjadi kesohor lantaran di bukit inilah dimakamkan ulama besar Banteng, Syekh Muhammad Sholeh. Di kaki Gunung Santri tepatnya sebelah utara kampung Beji terdapat masjid kuno yang seumur dengan masjid Banten lama yaitu Masjid Beji yang merupakan masjid bersejarah yang masih kokoh tegak berdiri sesuai dengan bentuk aslinya sejak zaman Kesultanan Banten yang kala itu Sultan Hasanudin memimpin Banten. Gunung Santri menjadi kesohor lantaran di bukit inilah dimakamkan ulama besar Banteng, Syekh Muhammad Sholeh. Syekh Muhammad Sholeh adalah Santri dari Sunan Ampel, setelah menimba ilmu beliau menemui Sultan Syarif Hidayatullah atau lebih di kenal dengan gelar Sunan Gunung Jati ayahanda dari Sultan Hasanudin pada masa itu penguasa Cirebon. Dan Syeh Muhamad Sholeh diperintahkan oleh Sultan Syarif Hidayatullah untuk mencari putranya yang sudah lama tidak ke Cirebon dan sambil berdakwah yang kala itu Banten masih beragama hindu dan masih dibawah kekuasaan kerajaan pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun dengan pusat pemerintahanya berada di Banten Girang. Dikisahkan usai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktifitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali. Keberhasilan Syekh Muhammad Sholeh dalam menyebarkan agama Islam di pantai utara banten ini didasari dengan rasa keihlasan dan kejujuran dalam menanamkan tauhid kepada santrinya. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada usia 76 Tahun dan beliau berpesan kepada santrinya jika ia wafat untuk dimakamkan di Gunung Santri dan di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani syekh dalam meyiarkan agama Islam. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M. Jalan menuju makam Syekh Muhammad Sholeh mencapai kemiringan 70-75 Derajat sehingga membutuhkan stamina yang prima untuk mencapai Gunung Santri jika hendak berziarah. Jarak tempuh dari tol cilegon Timur 6 KM kearah Utara Bojonegara, jika dari Kota Cilegon melalui jalan Eks Matahari lama sekarang menjadi gedung Cilegon Trade Center 7 KM kearah utara Bojonegara. Jika ada Lawang Sewu di Semarang, Masjid Seribu Tiang di Jambi, di Tangerang pun memiliki bangunan unik yang tidak kalah menarik yakni Masjid Nurul Yaqin atau yang sering disebut Masjid Pintu Seribu. Masjid Seribu Pintu terletak di di kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Di Indonesia sendiri jarang sekali ada Masjid yang memiliki seribu pintu. Tak heran jika keunikan Masjid Pintu Seribu ini mampu menarik perhatian dan menjadi salah satu objek wisata di tangerang yang tidak sepi pengunjung. Usut punya usut, masjid yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektar ini didirikan sekitar tahun 1978. Pendirinya adalah seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan sebutan Al-Faqir. Al Faqir ini adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor yang memulai pembangunan masjid itu dengan membuat Majelis Ta’lim terlebih dahulu di daerah tersebut. Al Faqir membangun Masjid Pintu Seribu ini dengan menggunakan biaya sendiri. Uniknya, pembangunan Masjid Pintu Seribu ini tidak menggunakan gambar rancangan seperti saat membangun bangunan lainnya. Bisa dibilang desain Masjid Seribu Pintu ini campur aduk. Jika biasanya bangunan masjid di tanah air di pengaruhi budaya tradisional serta kultur asing terutama Timur Tengah, namun Masjid Seribu Pintu terdapat pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec. Selain memiliki seribu pintu, tasbih berukuran raksasa yang terbuat dari kayu terpajang di salah satu sudut ruangan berteralis besi. Ukuran masing-masing butir tasbihnya berdiameter 10 cm atau sekitar kepalan orang dewasa dan di 99 butir tasbih tersebut tertulis asma'ul Husna. Di beberapa pintu Anda dapat menjumpai ornamen 999. Angka tersebut bermaknan 99 Asmaul Husna dan 9 wali di tanah Jawa. Masjid Pintu Seribu juga diyakini sebagai salah satu tempat penyebaran Islam oleh pendirinya. Konon, penyebaran dilakukan dengan cara pembagian sembako untuk fakir miskin dan anak yatim piatu. Di Masjid Pintu Seribu ini pun terdapat ruang bawah tanah dan makam. Masjid Pintu Seribu juga memiliki banyak lorong sempit yang menyerupai labirin yang dilengkapi dengan petunjuk arah. Jadi jika Anda ingin berkunjung dan menjelajahi tiap sudut Masjid Pintu Seribu ini disarankan untuk menyewa pemandu atau guide. Berita Lainnya Daya Beli Masyarakat Menurun pada Ramadan 2023 Dibanding Tahun Lalu Pilihan Pengharum Ruangan untuk Hampers Ramadan Puasa Hari Ke-6, Harga Beras Rata-Rata Naik di Jakarta PP Muhammadiyah Ungkap Ramadan Jadi Momen Perkuat Persatuan dan Persaudaraan Polda Metro Minta Masyarakat Waspadai Jam Rawan Kejahatan di Bulan Ramadan Tag Bulan Ramadan Wisata Banten Wisata Religi di Banten LAINNYA DARI MERAH PUTIH Travel Kamis, 04 Agustus 2022 0833 Tradisi Senin, 23 Januari 2023 1203 Travel Minggu, 17 Juli 2022 2000 Travel Jumat, 12 Mei 2023 1304 LAINNYA DARI MERAH PUTIH Travel Kamis, 04 Agustus 2022 0833 Tradisi Senin, 23 Januari 2023 1203 Travel Minggu, 17 Juli 2022 2000 Travel Jumat, 12 Mei 2023 1304 Batu Quran Banten Makam Syekh Maulana Mansyuruddin Cikaduwen Banten Batu Qur’an merupakkan tempat ziarah yang terletak di Kabupaten Pandeglang, disebut batu Qur’an karena di tempat tersebut terdapat batu besar yang bertuliskan Al-qur’an, batu tersebut konon menghalangi atau menutupi sumber air yang terus keluar dari dalam tanah. Menurut beberapa sumber yang pernah saya baca dan dari orang-orang yang pernah bercerita kepada saya, batu Qu’ran tersebut berasal dari seorang Syekh yaitu Syekh Mansyuruddin yaitu seorang ulama Auliyaillah, Syekh Mansyuruddin pada waktu itu berada di Mekkah, kemudian Beliau menyelam ke dalam sumur Zam-zam dan beliau keluar/timbul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Banten, mata air tersebut memancur sangat deras, lalu Syekh Mansyurudin mengambil Al-qu’ran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut, hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan dan Al-qu’ran tersebut berubah menjadi sebuah batu, lalu kemudian Syekh Mansyuruddin mengukir tulisan Al-qur’an pada batu tersebut menggunakan jari telunjuknya. Syekh Maulana Mansyuruddin, beliau adalah putra dari Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa Raja Banten ke 6. Sekitar tahun 1651 M, Syekh Maulana Mansyuruddin menikah dengan seorang gadis dari desa Cikoromoy-Banten, bernama Nyi Mas Ratu Sarinten dan dikarunia seorang anak bernama Muhammad sholih. Syekh Maulana Mansyuruddin merupakan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Banten selatan. Menurut cerita, Beliau terkenal sakti dan dapat bersahabat dengan bangsa Jin. Ada cerita bahawa pada zaman dulu, ketika Syekh Mansyurudin berjalan kesebuah hutan, kemudian tiba-tiba Beliau mendengar aungan harimau yang merintih kesakitan, beliau pun menghampiri harimau tersebut. Ketika dihampiri oleh Syekh Mansyuruddin Harimau tersebut tengah terjepit sebuah pohon besar. Lalu Syekh mansyuruddin menolong Harimau tersebut melepaskan diri dari himpitan kayu, setelah dibebaskan harimau tersebut mengaung dan menunduk dihadapan Syekh Mansyurudin. Dengan karomah yang dimiliki Miliki syech mansyurudin, beliau dapat bercakap-cakap dengan harimau tersebut. Kata Syech Mansyurudin kepada harimau tersebut “Engkau, atas izin Allah telah aku selamatkan, maka aku minta pada engkau dan anak turunanmu untuk tidak mengganggu keluarga dan anak keturunanku”. Sang Harimau pun menyanggupinya., hingga saat ini berkembang cerita bahwa anak keturunan syech Mansyurudin dapat menaklukan harimau. Syekh Maulana Mansyuruddin meninggal dunia pada tahun 1672M dan di makamkan di Cikaduen Pandeglang Banten. Hingga kini makam beliau sering diziarahi oleh masyarakat luas, tidak hanya masyarakat dari Banten tetpai juga dari luar Banten, makam Syekh Maulana Mansyutuddin paling ramai dukunjungi pada hari-hari besar di Harga Tiket Masuk Batu Quran Jam Buka 24 Jam No. Telepon – Alamat Jl. Pariwisata Cikoromoy, Kadubungbang, Cimanuk, Pandeglang, Banten, Indonesia, 42271 Batu Quran destinasi wisata religi dan sejarah yang ada di Pandeglang Banten. Sebuah situs yang berupa kolam dengan mata air yang jernih dan menyegarkan. Areanya masih sangat sederhana dengan suasana pedesaan. Namun selalu ramai kunjungan wisatawan. Konon mata air yang ada di kolam memiliki beragam khasiat mulai dari menyembuhkan penyakit hingga awet muda. Harga Tiket Masuk Batu QuranJam Buka Batu QuranKolam Pemandian Dengan Balutan Sejarah dan MitosRasakan Kesegaran Air Batu QuranAda Kolam Untuk Laki-Laki dan PerempuanMitos Menyembuhkan Penyakit Hingga Membuat Awet MudaBelanja Oleh-OlehFasilitasAlamat Batu QuranKomentarInfo Menarik Lainnya Untuk bisa menikmati kesegaran mata air di wisata Batu Quran setiap wisatawan akan dikenai tarif masuk. Harga tiket masuk di tempat ini sangat murah meriah. Cukup sekali bayar wisatawan sudah bisa berenang sepuasnya dan menggunakan fasilitas yang ada. Harga Tiket Masuk Batu QuranTiket Baca CAS Water Park Cikole Tiket & Wahana Jam Buka Batu Quran Menariknya tempat wisata ini buka selama 24 jam nonstop. Wisatawan bisa datang kapan saja untuk berenang di kolam Batu Quran. Waktu terbaik adalah ketika pagi atau sore hari. Berendam di air yang dingin saat siang yang terik tentu sangat menyegarkan. Namun banyak juga yang datang di malam hari untuk berendam dan mencari keberkahan. Jam BukaSetiap Hari24 Jam Kolam Pemandian Dengan Balutan Sejarah dan Mitos Provinsi Banten memang sangat kental dengan nilai religius khususnya penyebaran agama Islam. Termasuk halnya obyek wisata Batu Quran yang diyakini sebagai peninggalan Syekh Maulana Mansyur. Selain kolam dengan mata air yang jernih, suasana di sekitar juga begitu asri. Pohon beringin besar yang berdiri di tepi kolam menjadikannya terkesan teduh. Selain itu udara juga terasa sejuk jika berada di tempat ini. Hal ini tak lepas dari letaknya yang berada kaki Gunung Karang dengan ketinggian 300 Mdpl. Sebagai masyarakat menganggap keramat Pemandian Batu Quran. Menurut kepercayaan lokasi ini dulunya merupakan pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika akan ke Mekkah. Bernama Batu Quran karena di dasar kolam ada sebuah batu berukuran 2×2 meter yang bertuliskan lafadz Quran. Menurut para ahli sejarah tulisan tersebut buatan pengikut Sultan Banten dalam rangka penyebaran Islam. Di pinggiran batu itulah terdapat beberapa sumber mata air yang deras yang akhirnya menciptakan sebuah kolam. Kolam ini tidak pernah surut dan mengering meski di kemarau panjang sekalipun. Selain memiliki nilai sejarah yang kental, areanya sendiri memang tawarkan suasana pedesaan yang begitu asri. Tempat Wisata ini bisa menjadi rekomendasi tempat menyegarkan tubuh dan pikiran. Berendam di airnya yang segar dan jernih tentunya sangat menyenangkan dan membuat betah. Selain itu banyak yang percaya air di kolam memiliki beragam khasiat sehingga menarik minat banyak wisatawan yang penasaran. Baca PANTAI CARITA Tiket & Aktivitas Rasakan Kesegaran Air Batu Quran Aktivitas utama tentu saja berenang atau sekedar berendam di dalam kolamnya. Air kolamnya sangat jernih dan sebening kaca. Saking jernihnya batu bertuliskan Lafadz Quran yang ada di dasar kolam akan terlihat jelas. Memiliki kedalaman sekitar 150 cm suasana di sekitar kolam juga sangat teduh. Pohon beringin yang konon berusia ratusan tahun berdiri di tepi kolam membuat suasana begitu teduh. Yang menarik ada sebuah mitos, konon jika ada yang bisa berenang mengelilingi Batu Quran 7 putaran maka keinginannya akan terkabul. Banyak wisatawan yang mencoba hal tersebut. Hal itu justru dapat menciptakan keseruan tersendiri. Baca Pemandian Air Panas Gunung Torong Tiket & Aktivitas Ada Kolam Untuk Laki-Laki dan Perempuan Keunikan lainnya dari obyek wisata ini yaitu terdapat kolam khusus untuk perempuan. Bagi kaum laki-laki bisa berenang di kolam utama yang terdapat batu bertuliskan Lafadz Quran. Sementara untuk kolam perempuan lokasinya tidak jauh hanya bersebelahan saja. Kedua kolam terpisah sebuah tembok tinggi. Hal itu tentu saja cukup beralasan. Karena tempat ini dianggap keramat dan suci. Wisatawan bisa bebas berenang namun ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Yaitu tidak boleh menggunakan shampoo dan sabun di area kolam. Selain itu tidak boleh menginjak batu yang bertuliskan Lafadz quran. Baca CIKOROMOY Tiket, Jam Buka & Ragam Aktivitas Mitos Menyembuhkan Penyakit Hingga Membuat Awet Muda Salah satu alasan kolam ini ramai kunjungan karena mitos yang menyelimuti mata airnya. Ada kepercayaan air di kolam ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak berhenti di situ, mata air tersebut juga konon dapat membuat awet muda. Selain itu dapat menghaluskan wajah jika berenang di kolam Batu Quran. Karena mitos ini banyak yang akhirnya membawa botol. Mereka mengambil air ke dalam botol dan dibawa pulang untuk obat dan keberkahan. Menurut keyakinan air dari kolam ini memiliki kandungan berbagai zat yang baik untuk tubuh. Baca Alun-Alun Pandeglang Rekreasi Hemat Tengah Kota Belanja Oleh-Oleh Kawasan wisata ini berada di sebuah perkampungan. Para penduduk sekitar pun menjual berbagai macam oleh-oleh. Wisatawan bisa membeli aneka oleh-oleh khas Pandeglang untuk dibawa pulang. Beberapa oleh-oleh misalnya Emping, Kerupuk Ikan, Kue Pasung, kue Gipang dan masih banyak lagi. Fasilitas Kolam pemandian Batu Quran ini sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. di tempat ini tersedia area parkir, toilet, tempat pemandian yang dipisah antara pria dan wanita, warung kuliner, hingga mushola. Alamat Batu Quran Destinasi Wisata ini beralamat di Jl. Pariwisata Cikoromoy, Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jantung kota. Dari pusat kota Pandeglang berjarak sekitar 13 Km dan bisa ditempuh dalam waktu 20-30 menit. Tempat ini juga dekat dengan wisata water boom dan resto Cikoromoy. Tanggapan / 5. dari 26 Berikan Rating PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Pemandian Batu Quran yang berlokasi di Kampung Cibulakan Batu Quran, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi wisatawan. Meskipun tidak disebut sebagai tempat wisata namun sejumlah wisatawan, terutama yang berniat melakukan ziarah, banyak yang mendatangi tempat pemandian yang disebut oleh warga sekitar sebagai tempat pemandian keramat ini. Menurut Tubagus Didi Sabarudin, pengurus yang menjaga pemandian Batu Quran, pemandian Batu Quran buka setiap hari selama 24 jam. Siapa pun bisa datang dan mandi di tempat ini pada jam berapa pun dan kapan pun. “Mau tengah malem juga bisa, karena memang tidak diwaktu,” kata Didi yang biasa menjaga gerbang masuk Pemandian Batu Quran, kemarin. Setiap pengunjung dewasa akan dimintai uang sodaqoh per orang ketika akan memasuki lokasi pemandian. Setelah itu tidak ada lagi biaya yang perlu dikeluarkan termasuk ketika menggunakan toilet untuk mengganti pakaian ataupun buang air kecil dan besar. – Didi mengungkapkan, sebelum ada Covid-19 pengujung biasanya akan ramai berdatangan pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada bulan ini mayoritas tempat ziarah di Banten memang banyak dikunjungi oleh peziarah, termasuk pemandian Batu Quran. “Kalau lagi rame bisa 100-200 orang sehari,” katanya. Namun sejak adanya Covid-19 di mana pemerintah melarang masyarakat berkerumun dan mengunjungi tempat wisata secara otomatis pemandian Batu Quran pun sepi pengunjung. Dalam satu hari hanya beberapa orang yang datang berkunjung. Batu Quran Wisata Religi yang Unik di Pandeglang BantenBatu Quran Banten Sebuah Kolam yang di Dasarnya Terdapat Batu Bertuliskan Al’Quran Batu Quran merupakan salah satu destinasi wisata religius di Kabupaten Pandeglang, Banten. Situs berupa kolam tersebut terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya kurang lebih 300 meter dari kawasan wisata pemandian alam Cikoromoy, Desa Kadu Bumbang, Kecamatan Cimanuk. Batu Qur’an merupakkan tempat ziarah yang terletak di Kabupaten Pandeglang, disebut Batu Qur’an karena di tempat tersebut terdapat batu besar yang bertuliskan Al-qur’an, batu tersebut konon menghalangi atau menutupi sumber air yang terus keluar dari dalam tanah. Konon lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekkah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Banten, mata air tersebut memancur sangat deras. lalu Syekh Mansyurudin mengambil Al-qu’ran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut, hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan dan Al-qu’ran tersebut berubah menjadi sebuah batu. Peninggalan batu yang bertulis Al’Quran tersebut di jadikan media penyebaran Islam pada masa itu agar penduduk disekitar gunung Pulosari mau memeluk agama Islam. Disamping bernilai wisata sejarah Batu Quran juga banyak di kunjungi orang untuk menikmati kejernihan mata air yang keluar dari kolam yang di dasarnya terdapat batu bertuliskan Al’Quran tersebut. Para wisatawan lokal sangat menikmati kejernihan air kolam Batu Quran untuk mandi dan berendam di kolam yang dingin dan penuh dengan suasana tenang. Jika Anda mencari bahwa ada tulisan al-Quran di atas batu, Anda tidak akan menemukannya. Batu Quran hanya berupa kolam pemandian. Batu Quran yang dimaksud yaitu sebuah batu berukuran besar yang berada di dasar kolam. Saking jernihnya air, batu tersebut dapat dilihat dari pinggiran kolam. Di dekat kolam terdapat banyak pohon sehingga kolam dengan luas kurang lebih 15×15 meter dan kedalaman 1 meter itu sangat teduh. Pengelola juga menyediakan wadah bagi pengunjung yang ingin membawa air dari sana sebagai oleh-oleh. Selain menjadi tempat mandi para pengunjung, kolam tersebut merupakan tempat berwudu karena di samping kolam terdapat sebuah masjid. Jika Ada ingin berwisata di Pandeglang, wisata alam sekaligus wisata wisata religius ini layak untuk menambah pengalaman berwisata Anda. Batu Quran terletak di Kampung Cibulakan, Desa Kadu Bumbang. Nama “cibulakan” yaitu bahasa Sunda dari kata “ci” berarti “air” dan “bulak” berarti “pancar/memancar”. Jadi cibulakan berarti air yang memancar. Cibulakan berjarak kurang lebih 14 kilometer dari Pandeglang kota. Dapat ditempuh dari Alun-alun Pandeglang menuju arah Labuan hingga pertigaan Cimanuk atau Pasar Batubatar. Dari pertigaan Cimanuk, lalu mengambil arah ke Kadu Bumbang sekira 7 kilometer. Banyak angkutan umum ke arah Labuah. Sedangkan menuju lokasi bisa menggunakan jasa ojek. Sudah dibaca 48975 kali Komentar Anda tidak diijinkan memberikan komentar. Silahkan login. Info Menarik Lainnya Batu Quran Wisata Religi yang Unik di Pandeglang BantenBatu Quran Banten Sebuah Kolam yang di Dasarnya Terdapat Batu Bertuliskan Al’Quran Batu Quran merupakan salah satu destinasi wisata religius di Kabupaten Pandeglang, Banten. Situs berupa kolam tersebut terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya kurang lebih 300 meter dari kawasan wisata pemandian alam Cikoromoy, Desa Kadu Bumbang, Kecamatan Cimanuk. Batu Qur’an merupakkan tempat ziarah yang terletak di Kabupaten Pandeglang, disebut Batu Qur’an karena di tempat tersebut terdapat batu besar yang bertuliskan Al-qur’an, batu tersebut konon menghalangi atau menutupi sumber air yang terus keluar dari dalam tanah. Konon lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekkah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Banten, mata air tersebut memancur sangat deras. lalu Syekh Mansyurudin mengambil Al-qu’ran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut, hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan dan Al-qu’ran tersebut berubah menjadi sebuah batu. Peninggalan batu yang bertulis Al’Quran tersebut di jadikan media penyebaran Islam pada masa itu agar penduduk disekitar gunung Pulosari mau memeluk agama Islam. Disamping bernilai wisata sejarah Batu Quran juga banyak di kunjungi orang untuk menikmati kejernihan mata air yang keluar dari kolam yang di dasarnya terdapat batu bertuliskan Al’Quran tersebut. Para wisatawan lokal sangat menikmati kejernihan air kolam Batu Quran untuk mandi dan berendam di kolam yang dingin dan penuh dengan suasana tenang. Jika Anda mencari bahwa ada tulisan al-Quran di atas batu, Anda tidak akan menemukannya. Batu Quran hanya berupa kolam pemandian. Batu Quran yang dimaksud yaitu sebuah batu berukuran besar yang berada di dasar kolam. Saking jernihnya air, batu tersebut dapat dilihat dari pinggiran kolam. Di dekat kolam terdapat banyak pohon sehingga kolam dengan luas kurang lebih 15×15 meter dan kedalaman 1 meter itu sangat teduh. Pengelola juga menyediakan wadah bagi pengunjung yang ingin membawa air dari sana sebagai oleh-oleh. Selain menjadi tempat mandi para pengunjung, kolam tersebut merupakan tempat berwudu karena di samping kolam terdapat sebuah masjid. Jika Ada ingin berwisata di Pandeglang, wisata alam sekaligus wisata wisata religius ini layak untuk menambah pengalaman berwisata Anda. Batu Quran terletak di Kampung Cibulakan, Desa Kadu Bumbang. Nama “cibulakan” yaitu bahasa Sunda dari kata “ci” berarti “air” dan “bulak” berarti “pancar/memancar”. Jadi cibulakan berarti air yang memancar. Cibulakan berjarak kurang lebih 14 kilometer dari Pandeglang kota. Dapat ditempuh dari Alun-alun Pandeglang menuju arah Labuan hingga pertigaan Cimanuk atau Pasar Batubatar. Dari pertigaan Cimanuk, lalu mengambil arah ke Kadu Bumbang sekira 7 kilometer. Banyak angkutan umum ke arah Labuah. Sedangkan menuju lokasi bisa menggunakan jasa ojek. Sudah dibaca 48939 kali KomentarHarga Tiket Masuk Batu QuranJam Buka Batu QuranKolam Pemandian Dengan Balutan Sejarah dan MitosRasakan Kesegaran Air Batu QuranAda Kolam Untuk Laki-Laki dan PerempuanMitos Menyembuhkan Penyakit Hingga Membuat Awet MudaBelanja Oleh-OlehFasilitasAlamat Batu QuranInfo Menarik Lainnya Komentar Anda tidak diijinkan memberikan komentar. Silahkan login. KABAR BANTEN – Objek wisata religi Batu Quran Pandeglang yang hingga saat ini ramai dikunjungi wisatawan atau peziarah, merupakan salah satu destinasi wisata religi yang ada di Kabupaten Pandeglang Banten. Batu Quran Pandeglang merupakan tempat yang bayak dikunjungi pejiarah dari berbagai wilayah di tanah air. Batu Quran Pandeglang yang berupa kolam yang terletak di kaki gunung karang tepatnya sekitar 300 meter dari Kawasan Wisata Cikoromoy, yaitu tepatnya di Kampung Cibulakan, Desa Kadu Bungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten. Baca Juga Wisata Alam Negeri di Atas Awan Kabupaten Lebak Banten, Tawarkan Pemandangan Exotis, Berikut Jalurnya Disebut Batu Quran Pandeglang karena di tempat tersebut terdapat batu besar yang bertuliskan Al-Qur’an. Sebagaimana dikutip Kabar Banten dari Channel Youtube Jejak Wali, Batu Qur’an yang dimaksud adalah yaitu sebuah batu yang berukuran besar yang ada didasar kolam. Kolam tersebut berisikan air yang benar-benar jernih, sehingga batu tersebut dapat dilihat dari pinggir kolam. Ada kaitan erat antara Batu Quran Pandeglang dan ulama besar di Banten pada abad ke-15 Masehi yaitu Syeh Maulana Mansyurudin. Baca Juga Ada Kegiatan Apa Malam Hari di Tempat Wisata Pantai Gope Kota Serang, Warga Sekitar Mengatakan Ini Harga Tiket Masuk Batu Quran Jam Buka 24 Jam No. Telepon – Alamat Jl. Pariwisata Cikoromoy, Kadubungbang, Cimanuk, Pandeglang, Banten, Indonesia, 42271 Batu Quran destinasi wisata religi dan sejarah yang ada di Pandeglang Banten. Sebuah situs yang berupa kolam dengan mata air yang jernih dan menyegarkan. Areanya masih sangat sederhana dengan suasana pedesaan. Namun selalu ramai kunjungan wisatawan. Konon mata air yang ada di kolam memiliki beragam khasiat mulai dari menyembuhkan penyakit hingga awet muda. Harga Tiket Masuk Batu Quran Untuk bisa menikmati kesegaran mata air di wisata Batu Quran setiap wisatawan akan dikenai tarif masuk. Harga tiket masuk di tempat ini sangat murah meriah. Cukup sekali bayar wisatawan sudah bisa berenang sepuasnya dan menggunakan fasilitas yang ada. Harga Tiket Masuk Batu QuranTiket Baca CAS Water Park Cikole Tiket & Wahana Jam Buka Batu Quran Menariknya tempat wisata ini buka selama 24 jam nonstop. Wisatawan bisa datang kapan saja untuk berenang di kolam Batu Quran. Waktu terbaik adalah ketika pagi atau sore hari. Berendam di air yang dingin saat siang yang terik tentu sangat menyegarkan. Namun banyak juga yang datang di malam hari untuk berendam dan mencari keberkahan. Jam BukaSetiap Hari24 Jam Kolam Pemandian Dengan Balutan Sejarah dan Mitos Provinsi Banten memang sangat kental dengan nilai religius khususnya penyebaran agama Islam. Termasuk halnya obyek wisata Batu Quran yang diyakini sebagai peninggalan Syekh Maulana Mansyur. Selain kolam dengan mata air yang jernih, suasana di sekitar juga begitu asri. Pohon beringin besar yang berdiri di tepi kolam menjadikannya terkesan teduh. Selain itu udara juga terasa sejuk jika berada di tempat ini. Hal ini tak lepas dari letaknya yang berada kaki Gunung Karang dengan ketinggian 300 Mdpl. Sebagai masyarakat menganggap keramat Pemandian Batu Quran. Menurut kepercayaan lokasi ini dulunya merupakan pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika akan ke Mekkah. Bernama Batu Quran karena di dasar kolam ada sebuah batu berukuran 2×2 meter yang bertuliskan lafadz Quran. Menurut para ahli sejarah tulisan tersebut buatan pengikut Sultan Banten dalam rangka penyebaran Islam. Di pinggiran batu itulah terdapat beberapa sumber mata air yang deras yang akhirnya menciptakan sebuah kolam. Kolam ini tidak pernah surut dan mengering meski di kemarau panjang sekalipun. Selain memiliki nilai sejarah yang kental, areanya sendiri memang tawarkan suasana pedesaan yang begitu asri. Tempat Wisata ini bisa menjadi rekomendasi tempat menyegarkan tubuh dan pikiran. Berendam di airnya yang segar dan jernih tentunya sangat menyenangkan dan membuat betah. Selain itu banyak yang percaya air di kolam memiliki beragam khasiat sehingga menarik minat banyak wisatawan yang penasaran. Baca PANTAI CARITA Tiket & Aktivitas Rasakan Kesegaran Air Batu Quran Aktivitas utama tentu saja berenang atau sekedar berendam di dalam kolamnya. Air kolamnya sangat jernih dan sebening kaca. Saking jernihnya batu bertuliskan Lafadz Quran yang ada di dasar kolam akan terlihat jelas. Memiliki kedalaman sekitar 150 cm suasana di sekitar kolam juga sangat teduh. Pohon beringin yang konon berusia ratusan tahun berdiri di tepi kolam membuat suasana begitu teduh. Yang menarik ada sebuah mitos, konon jika ada yang bisa berenang mengelilingi Batu Quran 7 putaran maka keinginannya akan terkabul. Banyak wisatawan yang mencoba hal tersebut. Hal itu justru dapat menciptakan keseruan tersendiri. Baca Pemandian Air Panas Gunung Torong Tiket & Aktivitas Ada Kolam Untuk Laki-Laki dan Perempuan Keunikan lainnya dari obyek wisata ini yaitu terdapat kolam khusus untuk perempuan. Bagi kaum laki-laki bisa berenang di kolam utama yang terdapat batu bertuliskan Lafadz Quran. Sementara untuk kolam perempuan lokasinya tidak jauh hanya bersebelahan saja. Kedua kolam terpisah sebuah tembok tinggi. Hal itu tentu saja cukup beralasan. Karena tempat ini dianggap keramat dan suci. Wisatawan bisa bebas berenang namun ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Yaitu tidak boleh menggunakan shampoo dan sabun di area kolam. Selain itu tidak boleh menginjak batu yang bertuliskan Lafadz quran. Baca CIKOROMOY Tiket, Jam Buka & Ragam Aktivitas Mitos Menyembuhkan Penyakit Hingga Membuat Awet Muda Salah satu alasan kolam ini ramai kunjungan karena mitos yang menyelimuti mata airnya. Ada kepercayaan air di kolam ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak berhenti di situ, mata air tersebut juga konon dapat membuat awet muda. Selain itu dapat menghaluskan wajah jika berenang di kolam Batu Quran. Karena mitos ini banyak yang akhirnya membawa botol. Mereka mengambil air ke dalam botol dan dibawa pulang untuk obat dan keberkahan. Menurut keyakinan air dari kolam ini memiliki kandungan berbagai zat yang baik untuk tubuh. Baca Alun-Alun Pandeglang Rekreasi Hemat Tengah Kota Belanja Oleh-Oleh Kawasan wisata ini berada di sebuah perkampungan. Para penduduk sekitar pun menjual berbagai macam oleh-oleh. Wisatawan bisa membeli aneka oleh-oleh khas Pandeglang untuk dibawa pulang. Beberapa oleh-oleh misalnya Emping, Kerupuk Ikan, Kue Pasung, kue Gipang dan masih banyak lagi. Fasilitas Kolam pemandian Batu Quran ini sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. di tempat ini tersedia area parkir, toilet, tempat pemandian yang dipisah antara pria dan wanita, warung kuliner, hingga mushola. Alamat Batu Quran Destinasi Wisata ini beralamat di Jl. Pariwisata Cikoromoy, Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jantung kota. Dari pusat kota Pandeglang berjarak sekitar 13 Km dan bisa ditempuh dalam waktu 20-30 menit. Tempat ini juga dekat dengan wisata water boom dan resto Cikoromoy. Tanggapan / 5. dari 26 Berikan Rating Misteri dan Karomah Batu Quran Pandeglang Misteri dan Karomah Batu Quran Pandeglang A A A Konon lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekkah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul bersama dengan air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Banyak orang menyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam zam. Syekh Maulana Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan salat dua rakaat di dekat keluarnya air tersebut. Selesai salat Syekh Maulana Mansyur kemudian mendapat petunjuk untuk menutup air tersebut dengan Alquran. Atas izin Allah air tersebut berhenti mengucur dan Alquran tersebut berubah menjadi batu sehingga dinamakan Batu Quran. Syekh Maulana Mansyur bagi sebagian warga Banten memang dikenal sebagai salah seorang ulama pemberani, cerdas, piawai dalam memainkan alat-alat kesenian bernafaskan Islam. Di masa kejayaan Sultan Hasanudin, Syekh Maulana Mansyur atau juga dikenal sebagai Ki Mansyur yang juga cakap dalam ilmu pertanian serta komunikasi. Sehingga dia diserahi tugas untuk menjaga kawasan Islam Banten Selatan dan berdomisili di Cikaduen. Secara kasat mata batu dengan ukuran 2 meter tersebut akan terlihat seperti batu pada umumnya, dengan cara apapun dan dengan alat apapun tidak akan bisa terlihat tulisan Alquran di batu tersebut. Namun menurut kepercayaan tulisan Alquran dapat dilihat dan dibaca dengan mata batin. Diyakini hanya orang dengan hati dan jiwa yang bersih bisa melihat tulisan Alquran pada batunya. Itupun terlebih dahulu harus melakukan beberapa proses ritual dengan izin Allah SWT seperti berpuasa, salat, dzikir dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Walaupun musim kemarau panjang, air yang berada di dalam kolam pemandian dengan air jernih dengan kedalaman 1,5 meter tidak akan pernah mengering, bahkan terus mengeluarkan air. Namun ada pula yang meyakini bahwa Batu Quran tersebut berasal dari Syekh Mansyuruddin yaitu seorang ulama Auliyaillah, pada waktu itu berada di Mekkah. Kemudian dia menyelam ke dalam sumur zam-zam namun keluar atau timbul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Banten. Kemudian Syekh Mansyurudin mengambil Alquran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut, hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan dan Alquran tersebut berubah menjadi sebuah batu. Lalu Syekh Mansyuruddin kemudian mengukir tulisan Alquran pada batu tersebut menggunakan jari telunjuknya. Syekh Maulana Mansyuruddin, adalah putra dari Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa. Sekitar tahun 1651 M, Syekh Maulana Mansyuruddin menikah dengan seorang gadis dari Desa Cikoromoy-Banten, bernama Nyi Mas Ratu Sarinten dan dikarunia seorang anak bernama Muhammad sholih. Syekh Maulana Mansyuruddin merupakan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Banten Selatan. Menurut cerita, Beliau terkenal sakti dan dapat bersahabat dengan bangsa jin. Ada cerita bahawa pada zaman dulu, ketika Syekh Mansyurudin berjalan ke sebuah hutan, kemudian tiba-tiba dia mendengar suara harimau yang merintih kesakitan, sehingga menghampiri harimau tersebut. Ketika dihampiri oleh Syekh Mansyuruddin, harimau tersebut tengah terjepit sebuah pohon besar. Lalu Syekh Mansyuruddin menolong harimau tersebut sehingga terlepas dari himpitan kayu, setelah dibebaskan harimau tersebut mengaum dan menunduk dihadapan Syekh Mansyurudin. Dengan kemuliaan yang dimiliki Syech Mansyurudin, beliau dapat bercakap-cakap dengan harimau tersebut. “Engkau, atas izin Allah telah aku selamatkan, maka aku minta pada engkau dan anak turunanmu untuk tidak mengganggu keluarga dan anak keturunanku,” kata Syech Mansyurudin kepada harimau tersebut. Sang harimau pun menyanggupinya, hingga saat ini berkembang cerita bahwa anak keturunan Syech Mansyurudin dapat menaklukan harimau. Syekh Maulana Mansyuruddin meninggal dunia pada tahun 1672 M dan dimakamkan di Cikaduen Pandeglang, Banten. Hingga kini makam beliau sering diziarahi oleh masyarakat luas, tidak hanya masyarakat dari Banten tetapi juga dari luar Banten, makam Syekh Maulana Mansyutuddin paling ramai dikunjungi pada hari-hari besar Islam. Selain itu ada versi yang menyatakan bahwa Batu Quran adalah adalah replika dari Batu Quran yang ada di Sang Hyang Sirah, Taman Nasional Ujung Kulon yang berkaitan erat dengan sejarah Sayyidina Ali, Prabu Kian Santang dan Prabu Munding Wangi. Dikisahkan bahwa Prabu Kian Santang belajar agama Islam di tanah suci, Mekkah pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Setibanya kembali di tanah Pasundan, Prabu Kian Santang kemudian ke Gunung Suci, Garut, Jawa Barat dan dikenal dengan sebutan Sunan Rahmat Suci. Namun untuk lebih mengetahui ajaran Islam mengenai khitan maka Prabu Kian Santang menyuruh utusannya untuk belajar kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib di jazirah Arab. Diceritakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib kemudian pergi ke nusantara Pasundan untuk menyerahkan kitab suci Alquran kepada Prabu Kian Santang tetapi Kian Santang telah meninggalkan tempat tersebut dan pergi menemui Prabu Munding Wangi yang telah tilem di Sanghyang Sirah, Ujung Kulon. Selanjutnya Sayyidina Ali mohon diri tapi sebelumnya salat terlebih dahulu di atas batu karang yang sekarang sering disebut Masjid Syaidinna Ali. Konon dengan kuasa Allah SWT, Sayyidina Ali langsung menghilang entah kemana. Mungkin kembali ke jazirah Arab. Peristiwa Batu Quran ini beberapa abad kemudian diketahui oleh Syekh Maulana Mansyur berdasarkan ilham yang didapatnya dari hasil tirakat. Segeralah Syekh Maulana Mansyur berangkat ke Sanghyang Sirah. Betapa kagumnya Syekh Maulana Mansyur melihat kebesaran Allah lewat mukjizat Batu Quran dimana dari air kolam yang bening terlihat dengan jelas tulisan batu karang yang menyerupai tulisan Alquran. Karena jauhnya jarak Sanghyang Sirah dan membutuhkan waktu dan energi yang luar biasa maka untuk memudahkan anak cucu ataupun umat Islam yang ingin melihat Batu Quran maka dibuatlah replika Batu Quran dengan lengkap sumur tujuhnya di Cibulakan Kabupaten Pandeglang. Saat ini air kolam di lokasi pemandian Batu Quran banyak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. konon dengan cara melakukan ritual mandi di Batu Quran seseorang diyakini tetap awet muda dan memiliki pancaran aura yang mempesona. Selain itu, bagi yang bisa menyelam dan berenang sambil mengitari Batu Quran sebanyak tujuh kali, diyakini permintaannya akan terkabul baik itu jodoh maupun rejeki. Wallahualam Bishawab. sms Dalam catatan sejarah, awal mula munculnya pemandian Batu Quran yang terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang berkaitan erat dengan Syekh Maulana Mansyur, ulama Banten yang terkenal di abad ke lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul bersama dengan air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Banyak orang menyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam Maulana Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan salat dua rakaat di dekat keluarnya air salat Syekh Maulana Mansyur kemudian mendapat petunjuk untuk menutup air tersebut dengan izin Allah air tersebut berhenti mengucur dan Alquran tersebut berubah menjadi batu sehingga dinamakan Batu Maulana Mansyur bagi sebagian warga Banten memang dikenal sebagai salah seorang ulama pemberani, cerdas, piawai dalam memainkan alat-alat kesenian bernafaskan masa kejayaan Sultan Hasanudin, Syekh Maulana Mansyur atau juga dikenal sebagai Ki Mansyur yang juga cakap dalam ilmu pertanian serta komunikasi. Sehingga dia diserahi tugas untuk menjaga kawasan Islam Banten Selatan dan berdomisili di kasat mata batu dengan ukuran 2 meter tersebut akan terlihat seperti batu pada umumnya, dengan cara apapun dan dengan alat apapun tidak akan bisa terlihat tulisan Alquran di batu tersebut. Namun menurut kepercayaan tulisan Alquran dapat dilihat dan dibaca dengan mata hanya orang dengan hati dan jiwa yang bersih bisa melihat tulisan Alquran pada batunya. Itupun terlebih dahulu harus melakukan beberapa proses ritual dengan izin Allah SWT seperti berpuasa, salat, dzikir dan memanjatkan doa kepada Allah musim kemarau panjang, air yang berada di dalam kolam pemandian dengan air jernih dengan kedalaman 1,5 meter tidak akan pernah mengering, bahkan terus mengeluarkan ada pula yang meyakini bahwa Batu Quran tersebut berasal dari Syekh Mansyuruddin yaitu seorang ulama Auliyaillah, pada waktu itu berada di dia menyelam ke dalam sumur zam-zam namun keluar atau timbul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Syekh Mansyurudin mengambil Alquran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut, hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan dan Alquran tersebut berubah menjadi sebuah batu. Lalu Syekh Mansyuruddin kemudian mengukir tulisan Alquran pada batu tersebut menggunakan jari Maulana Mansyuruddin, adalah putra dari Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa. Sekitar tahun 1651 M, Syekh Maulana Mansyuruddin menikah dengan seorang gadis dari Desa Cikoromoy-Banten, bernama Nyi Mas Ratu Sarinten dan dikarunia seorang anak bernama Muhammad Maulana Mansyuruddin merupakan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Banten Selatan. Menurut cerita, Beliau terkenal sakti dan dapat bersahabat dengan bangsa cerita bahawa pada zaman dulu, ketika Syekh Mansyurudin berjalan ke sebuah hutan, kemudian tiba-tiba dia mendengar suara harimau yang merintih kesakitan, sehingga menghampiri harimau dihampiri oleh Syekh Mansyuruddin, harimau tersebut tengah terjepit sebuah pohon besar. Lalu Syekh Mansyuruddin menolong harimau tersebut sehingga terlepas dari himpitan kayu, setelah dibebaskan harimau tersebut mengaum dan menunduk dihadapan Syekh kemuliaan yang dimiliki Syech Mansyurudin, beliau dapat bercakap-cakap dengan harimau tersebut. “Engkau, atas izin Allah telah aku selamatkan, maka aku minta pada engkau dan anak turunanmu untuk tidak mengganggu keluarga dan anak keturunanku,” kata Syech Mansyurudin kepada harimau harimau pun menyanggupinya, hingga saat ini berkembang cerita bahwa anak keturunan Syech Mansyurudin dapat menaklukan Maulana Mansyuruddin meninggal dunia pada tahun 1672 M dan dimakamkan di Cikaduen Pandeglang, kini makam beliau sering diziarahi oleh masyarakat luas, tidak hanya masyarakat dari Banten tetapi juga dari luar Banten, makam Syekh Maulana Mansyutuddin paling ramai dikunjungi pada hari-hari besar itu ada versi yang menyatakan bahwa Batu Quran adalah adalah replika dari Batu Quran yang ada di Sang Hyang Sirah, Taman Nasional Ujung Kulon yang berkaitan erat dengan sejarah Sayyidina Ali, Prabu Kian Santang dan Prabu Munding bahwa Prabu Kian Santang belajar agama Islam di tanah suci, Mekkah pada Sayyidina Ali bin Abi kembali di tanah Pasundan, Prabu Kian Santang kemudian ke Gunung Suci, Garut, Jawa Barat dan dikenal dengan sebutan Sunan Rahmat untuk lebih mengetahui ajaran Islam mengenai khitan maka Prabu Kian Santang menyuruh utusannya untuk belajar kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib di jazirah Sayyidina Ali bin Abi Thalib kemudian pergi ke nusantara Pasundan untuk menyerahkan kitab suci Alquran kepada Prabu Kian Santang tetapi Kian Santang telah meninggalkan tempat tersebut dan pergi menemui Prabu Munding Wangi yang telah tilem di Sanghyang Sirah, Ujung Sayyidina Ali mohon diri tapi sebelumnya salat terlebih dahulu di atas batu karang yang sekarang sering disebut Masjid Syaidinna Ali. Konon dengan kuasa Allah SWT, Sayyidina Ali langsung menghilang entah kemana. Mungkin kembali ke jazirah Batu Quran ini beberapa abad kemudian diketahui oleh Syekh Maulana Mansyur berdasarkan ilham yang didapatnya dari hasil Syekh Maulana Mansyur berangkat ke Sanghyang Sirah. Betapa kagumnya Syekh Maulana Mansyur melihat kebesaran Allah lewat mukjizat Batu Quran dimana dari air kolam yang bening terlihat dengan jelas tulisan batu karang yang menyerupai tulisan jauhnya jarak Sanghyang Sirah dan membutuhkan waktu dan energi yang luar biasa maka untuk memudahkan anak cucu ataupun umat Islam yang ingin melihat Batu Quran maka dibuatlah replika Batu Quran dengan lengkap sumur tujuhnya di Cibulakan Kabupaten ini air kolam di lokasi pemandian Batu Quran banyak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. konon dengan cara melakukan ritual mandi di Batu Quran seseorang diyakini tetap awet muda dan memiliki pancaran aura yang itu, bagi yang bisa menyelam dan berenang sambil mengitari Batu Quran sebanyak tujuh kali, diyakini permintaannya akan terkabul baik itu jodoh maupun rejeki. Wallahualam Bishawab. Info Menarik Lainnya

tiket masuk batu quran banten