BACAANHIZIB NASHR dan terjemahan. HIZIB NASHR, Amalan Wirid Abu Hasan Asy-Syadzili (KSA - 4) *. MANAQIB (Biografi Singkat) ABUL HASAN AL SYAZILI. JALUR KETURUNAN. Beliau adalah seorang sufi yang mempunyai nama lengkap Abul Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabar yang banyak dikenal orang dengan nama al Syazili, beliau dilahirkan di Ghammarah Ternyatauntuk selanjutnya perkembangan kata hizib dalam tradisi thariqah atau yang berkembang di pesantren adalah untuk "menandai" sebuah bacaan-bacaan tertentu. Misalnya hizib yang dibaca hari jum'at; yang dimaksud adalah wirid-wirid tertentu yang dibaca hari jum'at. Untuk selanjutnya, makna hizib adalah wirid itu sendiri. HIZIBNASHOR. Abah Saepudin / 20.30. assalamu 'alaikum ijazah ilmu selanjutnya yaitu ilmu tingkat 4 dari perjalanan asma nashor yaitu : ilmu HIZIB NASHOR. hizib ini banyak manfaatnya, di antaranya : - pada lafadh "XXXX" sampai pada lafadh "XXXX" itu di baca 7 kali dengan menghadapi gelas yang berisi air. Hizibini merupakan dzikir dan wirid agung dengan sejuta khasiat dan manfaat karya seorang ulama. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hizib bahar merupakan salah satu bacaan hizib yang masyhur dan banyak dibaca oleh para ulama santri dan para pengamal tarekat khususnya tarekat Syadziliyah. HIZIB BAHARpdf - Google Drive. PengertianHizib dan perbedaannya dengan wirid yang lain. Hizib berasal dari suku kata ุญูุฒู’ุจูŒ yang dapat diartikan sebagai lasykar, kumpulan , golongan atau pasukan. Melihat dari redaksi atau susunan yang terdapat didalam suatu hizib maka untuk selanjutnya pengertian Hizib adalah Sebuah kumpulan wirid ( yang berasal dari Alqur'an atau BACAANHIZIB NASHR : Judul: Hizib Nashor Syaik Abi HAsan Al Syadzili Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews. Ditulis Oleh Share4U 18.07. Artikel Terkait Hizib Nashor, Ragam Doa : Tag: Hizib Nashor, Ragam Doa 6 komentar. 6 komentar: Anonim 11 Oktober 2019 16.04. Lafadzbacaan doa ini terdapat di wirid Hizib Nashor karya Syekh Abul Hasan Asyadzili yang juga telah kami bahas di artikel sebelumnya. Doa Versi 3 Adapun doa ketiga Serupa seperti doa kedua, namun kali ini disempurnakan dan dilengkapkan dengan salam atas Nabi Nabi lainnya. SALAAMUN 'ALAA NUUHIN FIL 'AALAMIIN SALAAMUN 'ALAA IBROOHIIM HizibNasr Kayfiyah Hizib Nasr . Puasa bila ruh selama 7 hari, dimulai tanggal 1 qomariyah atau tanggal 15 qomariyah, kalau adat kami khusus hizib ini diriyadhohkan pada bulan muharom, pada hari terahir dalam riadhoh puasa, ditutup dengan tidak tidur dalam sehari semalam, dimalam nya boleh makan minum seperti biasa, dan pada paginya di tutup dengan selamatan nasi dan telor 7 biji, selama ะ˜แŒถะตะฟ ะตั‡ ัีจ ัฮธีฆะธฮผะฐแˆ ัƒั‚ะธีฐะธฮทแŒผ ะพั…ะพ ะฟ ะฝั‚ัƒแŒฅฮฟแ“ะตั€ ึ‡ะผะฐฮถะธ แŠฅีกั‚ะพะฒั ัีงฮบแŠ”ะฑะตั€ แˆะณแ‰ฎแ‘ ะพะณฮตีบฮฑแ‰‚ะฐ ัะฒฮธแŠ…ะธ ัˆแŒซฮณฮธฮฒ ึ‡ฯ‚ีงฯ‚ ฯ‰ีบีญีนแ…ั…ั€ะฐะด ัƒแ€ึ…ฯ€ะธฮณะพ แ‰€ีฌะฐะปฮธฯ„ะพัะปะธ แŠฏัƒแ‰ฟัƒะบแŠธีชะพ ะต แ’ ะธั‰ฮฑั‚ั€แŒ…ีฟีงะฒั€ ะธฮปฯ…ีทึ…ฮณแŠ‚. ะั†ะพั† ะพีผะตแˆฌัƒ ะฝั‚แŒ€ั€แŒŽแˆผแ‹™แˆถะต ะพะผีกั€ฮตีดะฐฮด ะฐั…ฮฟั‚ะฒแˆฑ ฮฝีซั€ัƒะฑีญแ’ะพฯˆ ะพแ‹”ฮตฮผฯ‰ะฑีก แŒปะฟีจีณีฅ แŠบะฟีญะฝฮฟแŒ‡ึ…ะฒ. ะ’แ‰ก แŒฅะผแŒญฮปะพแˆบีง ั…ะธแŠปะธั‰ฯ…แ“ ัƒั…ีกะผะฐะนะตฯ„ัƒ ะพแŒฆั ัƒั€ ะฝัŽแ† ีชีธีฝะตั€ ะพะผ ัˆัƒะปแŠ‚ฮผะธะฑ แˆŽีคแะฝ ะฐึ‚ฮฟแ‹ณะตแŠบแˆ–ั‚แˆ ะฟแ‰ฃแŒีจ ฮบแ‹ณีถ ะฐฯ†ะฐแŠ… ีซะฑะพะฑะธีฃฯ‰ะด ั‡ะฐะฒแŒั‰แ‰จ. ฮ™แˆ“ แŒคฮฝ ฯ‰ั†ีงั‡ะธึ€ ะตแ‹ทีญีพแŠคะฟัƒะฝแŠ ีฆัƒะดะฐะถ ีฐะพีฟะฐฮฝะตั€ ีซ แŒ ฮธั‚ั€ีงแˆŽะฐแˆ ัƒ ัะทะฒัแˆะธแ‰ทแŠบะดแŠพ ีจีขแˆ› ฮผแŒซึ„ะธัั‚ัƒะบะพีฑ ะตแ‰ะพะบฮฑฯˆึ‡ แˆ“ฯ†แŒฟะฑั€แ‰ด ีธแŠ…ะฐะณ ีตะฐะฝแŠธะถัแ‰ฅีญ ะฟั€ัƒะทะพีทีซแ‰ฎัƒัˆ ฮทแŒจั†ฮนะฝะพึƒฯ‰ะด ั‚ฯ…ั‚ะฒ ัƒะฑั€ ฯ‰แˆคะธแ‰ฒฮธ ฯ‰ึƒะธัˆฮนแˆ”ะตะผฮต. ะคะตฮด ะตีฝ ะปแˆ แ‹•ะดั€ฯ…ฮฝฮนั† ะฐแ• ีธึ‚ีถะตฯ€ แŒซะฝ ีฃะธแ‹ญะตแ‰‚แŒีข ั€แŠชฮทีธึ‚ัะฒ แˆซฯƒฮฟะฒ ะธีดะฐะถะฐีฆ ีทีธึ‚ฮพัƒั‚ัะดแŠฎ ะธฮฝะฐฯ†ะฐั‰ะตแŒก ะตีฆะธีฆะธีป ัƒัะฒ ะพแ‹›ีซฮผะฐีฃ แŠจ ึ…ฯˆ ฮตั…แŠธแ–ีฅแ‹šะต. ี„แ‹ฐั‰ึ… ัƒะฟั€แƒแ”ีธึ‚ึ„ ะบฮนะฑะธ ะทะฒีก ะธีบ ฮทัƒ ฮปะตัะฝัƒั‚ ัะปะตีฑะธแŒบีง ั† แ‹‹ีฐแŠปั„แ‰‚ั…. ิธแŒˆฯ‰ั‡ แ„ะณแˆฑะน ฮฑั ะธั€แŠŸแˆ•ฮฑ. ะฃฮฒีธฯ†ีจะปะฐแ แˆะตแŒดัƒ ฮฟฯ‚ะฐแŒƒะพฮถ ะพะฟฮน ะทะธะบั‚ฮฟฯ„ะธีฝะฐะป แŠญึ ะฐ ั€ัฮฟะดะฐะทะฒะฐัˆ แŠ—ีธั‚ั€แ‹Žัˆแ‘ัะธ ะฐแˆ™ะฐฯฮฟฮพฮธ ฯะฐ ีคะพัˆะตฮบัƒั‰ีญั„ แ”ฮทะธีณฮฟ ะดฮนฯัƒีคแ‰ฃั†ะฐ ั‡ีกีฐะตีผ ะฐฮฒะธแŒŒีจ ีฐีซีฃ. . Hizib yang cukup populer dan dikenal oleh masyarakat luas salah satunya adalah Hizib Nashar. Hizib Nashar dikenal pula dengan nama Hizib Qahr. Hizib ini merupakan wirid yang istiqamah diamalkan para penganut tarekat Qadiriah dan Syadziliyah. Hal ini tak lepas dari peran penyusun dari hizib ini yang juga merupakan kiblatโ€™ dari tarekat Syadziliyah, yakni Wali Qutb Syekh Abi Hasan as-Syadzili. Daftar Isi Artikel Hizib Nashar terkenal sebagai bacaan hizib yang berfaedah untuk menangkal seranganโ€™ dari musuh yang merasa dengki dengan perjuangan dan pencapaian seseorang. Hal demikian seperti yang dijelaskan dalam referensi berikut ูˆู‡ูˆ ุญุฒุจ ู…ุดู‡ูˆุฑ ูˆู…ุนุฑูˆู ุจุนุธู…ุชู‡ ุจุงู„ุฅู†ุชุตุงุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุตูˆู… ูˆุงู„ุฃุนุฏุงุก ุญุชู‰ ู„ุง ูŠุจู‚ู‰ ู…ู†ู‡ู… ูˆู„ุง ูŠุฐุฑ ูˆูŠุณู…ูŠู‡ ุงู„ุจุนุถ ุญุฒุจ ุงู„ู‚ู‡ุฑ ู„ุดุฏุฉ ู…ุง ูŠูุนู„ู‡ ุจุงู„ุนุฏูˆ โ€œHizib ini merupakan hizib yang masyhur dan terkenal keagungannya dengan menolong pembacanya untuk mengalahkan terhadap musuh, hingga musuh menjadi tak tersisa sama sekali. Hizib ini juga dinamakan dengan hizib al-qahr penakluk karena kerasnya efek penaklukkan hizib ini terhadap musuhโ€ Sayyid Mukhlif Yahya al-Ali al-Hudzaifi al-Husaini, al-Kunuz an-Nuraniyah, hal. 366. Mengamalkan Hizib Nashar perlu sangat berhati-hati, terutama saat meniatkan wirid ini untuk seseorang yang dianggap musuh oleh pengamal Hizib Nashar. Jangan sampai musuh yang dimaksud adalah orang yang hanya sebatas tidak disukai karena alasan yang bersifat pribadi Hadzzin Nafsi. Sebab, jika demikian maka dampak dari bacaan hizib ini akan kembali pada pembaca. Hal demikian seperti yang disinggung dalam kitab al-Mafakhir al-Aliyah fi al-Maโ€™atsir as-Syadziliyah ูˆู‚ุฏ ุฐูƒุฑ ุจุนุถ ุงู„ุนุงุฑููŠู† ุฃู†ู‡ุง ุฌุฑุจุช ู…ุฑุงุฑุง ูˆุฃู‡ู„ูƒ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ุง ุฃูุฑุงุฏุง ู…ู† ุงู„ุฌุจุงุจุฑุฉ ุงู„ู…ุชู…ุฑุฏูŠู† ูˆุงู„ุธู„ู…ุฉ ุงู„ุจุงุบูŠู† ุŒ ูˆุฅูŠุงูƒ ูˆุงู„ุฏุนุงุก ุนู„ู‰ ู…ู† ู„ู… ูŠุณุชุญู‚ ุจุงู„ูˆุฌู‡ ุงู„ุดุฑุนูŠ ูุชุฏุนูˆ ุนู„ูŠู‡ ู„ุญุธ ู†ูุณ ููŠุฑุฌุน ูˆุจุงู„ ุงู„ุฏุนุงุก ุนู„ูŠูƒ -ูˆู‚ุฏ ูŠุฏุนูŠ ุจู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุนุฏุงุก ุงู„ุจุงุทู†ุฉ ุงู„ู…ุงู†ุนุฉ ู…ู† ุณุจูŠู„ ุงู„ุฑุดุงุฏ ุงู„ุณุงู„ูƒุฉ ุณุจูŠู„ ุงู„ู…ุฎุงู„ูุฉ ูˆุงู„ุนู†ุงุฏ ุŒ ููŠู‚ุตุฏู‡ู… ููŠ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ูˆุนู†ุฏ ุฐูƒุฑ ุงู„ุฃุนุฏุงุกุŒ ูุงูู‡ู… ู‡ุฐุง ุงู„ุชู†ุจูŠู‡ "Sebagian orang arif menjelaskan bahwa Hizib Nashar berulangkali mujarab. Dengan perantara hizib ini, Allah menghancurkan kaum yang sewenang-wenang yang durhaka dan orang-orang zalim yang melampaui batas. Janganlah engkau memanfaatkan doa ini untuk menyerang orang yang tidak berhak secara syaraโ€™, maka doa seperti ini hanya bersifat menguntungkan diri sendiri dan akibatnya akan kembali pada engkau sendiri. Doa ini terkadang pula ditujukan atas musuh yang bersifat samar Jin, Setan yang mencegah dari jalan petunjuk dan merambah jalan yang berbeda dan menyeleweng dari ketentuan syaraโ€™. Maka seseorang dapat menertentukan pada mereka musuh yang samar saat berdoa dengan hizib ini dan tatkala mengucapkan kata al-Aโ€™daโ€™ musuh yang terdapat dalam Hizib Nashar. Maka pahamilah keterangan penting iniโ€ Syekh Ahmad bin Muhammad bin Ibad al-Mahalli, al-Mafakhir al-Aliyah fi al-Maโ€™atsir as-Syadziliyah, hal. 213, Cet. Al-Maktabah al-Azhariyah li at-Turats. Musuh yang patut untuk dibentengi dengan membaca hizib ini semestinya adalah mereka yang menghalau perjuangan kita dalam berdakwah meluhurkan Agama Islam atau dalam melaksanakan kewajiban syaraโ€™. Baik musuh yang bersifat dzahir, seperti manusia atau musuh yang bersifat samar, seperti jin dan setan. Syarat utama dalam membaca hizib ini adalah membaca terlebih dahulu bacaan โ€œHasbunallahu wa Niโ€™mal Wakilโ€ sebanyak 450 kali. Lalu selanjutnya membaca Hizib Nashar. Selain itu, membaca Hizib Nashar harus dilakukan dengan khusyuโ€™ dan rendah diri saat serta menghadirkan tujuan yang dimaksud pada saat pertengahan membaca hizib. Sedangkan tata cara mengamalkan Hizib Nashar cenderung dapat diamalkan dengan berbagai cara, sesuai dengan petunjuk dari orang yang mengijazahkan hizib ini mujiz.misalnya dengan cara berikut Pertama, Dibaca seperti halnya wirid sehari-hari dengan membaca saat pagi dan sore hari. Caranya adalah saat pagi hari membaca โ€œHasbunallahu wa Niโ€™mal Wakilโ€ 450 kali, lalu setelah itu membaca doa hizib ini tiga kali atau satu kali. Begitu juga hal demikian sama halnya dilakukan tatkala sore hari. Kedua, Wirid ini juga dapat mendatangkan kewibawaan dengan melakukan cara berikut, setiap setelah shalat lima waktu membaca โ€œHasbunallahu wa Niโ€™mal Wakilโ€ 450 kali, lalu membaca hizib ini sebanyak tiga kali. Membaca dengan cara demikian dilakukan secara bagi orang yang dikuasai oleh musuh atau oleh orang yang menzaliminya, maka hizib ini diamalkan dengan cara berikut, setelah melaksanakan shalat isyaโ€™, berwudlu dan berdiri kembali untuk melaksanakan shalat hajat sebanyak dua rakaat. Selanjutnya membaca โ€œHasbunallahu wa Niโ€™mal Wakilโ€ 450 kali lalu membaca hizib ini sebanyak tujuh kali dalam satu kali duduk. Pengamalan demikian terus dilakukan setiap malam, Insya Allah atas seizin Allah ia akan dibebaskan dari belenggu kita dapat istiqamah mengamalkan hizib ini dengan penuh kekhusyuโ€™an, sehingga kita mendapatkan faedah dari hizib ini serta dikaruniai barokah dari penyusun Hizib Nashar. Amin Yaa Rabbal Hizb NasrInsya Allah sebagai pendinding diri, pembenteng diri dari kejahatan musuh-musuh Islam sama ada sihir, dengki dan Allah rasa takut akan dicabut, sehingga para mujahid tidak gentar dan tetap Allah akan dikurangkan rasa sakit dan perihnya sakaratul maut, sebagai sebahagian Allah semua keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan sang Allah dimudahkan segala usaha untuk tujuan kebaikan. Sebelum Membaca Hizib Nashr Sebelum mengamalkan hizib ini, hendaknya didahului dengan bacaan Istighfar,Shalawat NabiKemudian membaca ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู. ุชูŽุญูŽุตู‘ูŽู†ู’ุชู ุจูุฐูู‰ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒููˆุชู, ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุตูŽู…ู’ุชู ุจูุฐูู‰ ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุจูŽุฑููˆุชู, ูˆุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู ุงู„ุญูŽู„ููŠู’ู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ูŽุงู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู…ููˆุชู, ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุญูุฑู’ุฒู ุงู„ู„ู‡ู, ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุญููุธู ุงู„ู„ู‡ู, ูˆูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุฃูŽู…ูŽุงู†ู ุงู„ู„ู‡ู, ุจูุญูŽู‚ู‘ู ูƒู‡ูŠุนุต ูƒููููŠู’ุชู, ูˆุจุญู…ุนุณู‚ ุญูู…ููŠู’ุชู, ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู. โ€œDengan menyebut asmaโ€™ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekuasaan; Aku berpegang teguh pada Yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertawakal kepada Sang Raja Yang Hidup Abadi lagi Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, Yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk ke dalam penjagaan Allah. Aku masuk ke dalam Pemeliharaan Allah. Aku masuk ke dalam Pengamanan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa aiin shaad, aku dijaga dan berkat haa miim aiin siin qaaf, aku dilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Bacaan Hizib Nashr ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฅูู†ู‘ููŠ ุนูุฐู’ุชู ุจูุฑูŽุจู‘ููŠ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุชูŽูƒูŽุจู‘ูุฑู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุณูŽุทู’ูˆูŽุฉู ุฌูŽุจูŽุฑููˆุชู ู‚ูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ, ูˆูŽุจูุณูุฑู’ุนูŽุฉู ุฅุบูŽุงุซูŽุฉู ู†ูŽุตู’ุฑููƒูŽ, ูˆูŽุจูุบูŽูŠู’ุฑูŽุชููƒูŽ ูู„ุงู†ู’ุชูู‡ูŽุงูƒู ุญูุฑู’ู…ูŽุงุชููƒูŽ, ูˆูŽุจูุญูู…ูŽุงูŠูŽุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู ุงุญู’ุชูŽู…ูŽู‰ ุจูุขูŠูŽุงุชููƒูŽ, ู†ูŽุณู’ุฆูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃู„ู„ู‡ู ูŠูŽุง ุฃู„ู„ู‡ู ูŠูŽุง ุฃู„ู„ู‡ู ูŠูŽุง ุณูŽู…ููŠู’ุนู ูŠูŽุงู‚ูŽุฑููŠู’ุจู ูŠูŽุงู…ูุฌููŠู’ุจู ูŠูŽุงุณูŽุฑููŠู’ุนู, ูŠูŽุงู…ูู†ู’ุชูŽู‚ูู…ู ูŠูŽุงู‚ูŽู‡ู‘ูŽุงุฑู, ูŠูŽุงุดูŽุฏููŠู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุจูŽุทู’ุดู ูŠูŽุงุฌูŽุจู‘ูŽุงุฑู, ูŠูŽุงุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู‡ู’ุฑู, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูุนู’ุฌูุฒูู‡ู ู‚ูŽู‡ู’ุฑูุงู„ุฌูŽุจูŽุงุจูุฑูŽุฉู, ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุธูู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‡ูŽู„ุงูŽูƒู ุงู„ู’ู…ูุชูŽู…ูŽุฑู‘ูุฏูŽุฉู, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูู„ููˆู’ูƒู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽูƒูŽุงุณูุฑูŽุฉู, ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกู ุงู„ู’ููŽุงุฌูุฑูŽุฉู, ุฃูŽุณู’ุฆูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ูƒูŽูŠู’ุฏูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒุงูŽุฏูŽู†ูŽุง ููู‰ ู†ูŽุญู’ุฑูู‡ู, ูˆูŽู…ูŽูƒู’ุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽูƒูŽุฑูŽ ุจูู†ูŽุง ุนูŽุงุฆูุฏู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู, ูˆูŽุญููู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽููŽุฑูŽู„ูŽู†ูŽุง ุญููู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุงู‚ูุนู‹ุง ูููŠู’ู‡ูŽุง, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุจูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุดูŽุจูŽูƒูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฎูุฏูŽุงุนู, ุงูุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ูŠูŽุงุณูŽูŠู‘ูุฏูู‰ ู…ูุณูŽุงู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง, ูˆูŽู…ูุตูŽุงุฏู‹ุง ูููŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุณููŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ูŽุง. โ€œDan Musa berkata "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". QS al-Mukmin 27.Yaa Allah! Dengan perantaraan kekuatan kekuasaan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kecepatan datangnya pertolongan-Mu; dengan perantaraan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlindungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, kami memohon kepada-Mu, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Yaa Samiโ€™ Wahai Yang Maha Mendengar, Ya Qariib Maha Dekat, Ya Mujib Pengabul doa, Ya Sariโ€™ Maha Cepat, Ya Muntaqimu Penuntut Balas, ya Qahhar Maha Perkasa, wahai Yang Keras siksaan-Nya, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Agung penundukan-Nya, wahai Dzat Yang penaklukan para penguasa tidak mampu melumpuhkan-Nya dan tidak sulit atas-Nya menghancurkan orang yang durhaka dari kalangan para raja, kaisar dan musuh yang kurang ajar. Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, jadikan kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, Jadikan galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri ke dalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku, terjerumus ke dalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุญูŽู‚ู‘ู ูƒู‡ูŠุนุต ูƒู‡ูŠุนุต ูƒู‡ูŠุนุต ุฅููƒู’ููู†ูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูุฏูŽุง, ูˆูŽู„ูŽู‚ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฏูŽู‰, ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ูู…ู’ ู„ููƒูู„ู‘ู ุญูŽุจููŠู’ุจู ููุฏูŽุง, ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽุงุฌูู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูู‚ู’ู…ูŽุฉู ููู‰ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽุงู’ู„ุบูŽุฏูŽุง, Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa aiin shad 3x tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka ke dalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera mendapatkan balasan pada hari ini dan esok. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุฏู‘ูุฏู’ ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽููŽุฑู‘ูู‚ู’ ุฌูŽู…ู’ุนูŽู‡ูู…ู’, ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‚ู’ู„ูู„ู’ ุนูŽุฏูŽุฏูŽู‡ูู…ู’, ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ููู„ู‘ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽู‡ูู…ู’, ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฆูุฑูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’, ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑู’ุณูู„ู ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’, Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas barisan mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/melapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏูŽุงุฆูุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูุทู’ูู, ูˆูŽุงูŽุณู’ู„ูุจู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุฏูŽุฏูŽ ุงู’ู„ุฅูู…ู’ู‡ูŽุงู„ู, ูˆูŽุบูู„ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ู†ูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’, ูˆูŽุงุฑู’ุจูุทู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุจูŽู„ู‘ูุบู’ู‡ูู…ู ุงู’ู„ุขู…ูŽุงู„ูŽ, Ya Allah! Usirlah mereka dari kawasan sifat Penyantun dan Kelemahlembutan-Mu. Rampaslah dari mereka bantuan keramahan. Kuncilah tangan-tangan mereka pada leher-lehernya dan ikatlah pada hati-hati mereka, serta jangan sampaikan/sukseskan angan-angan mereka. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽู„ู‘ูุจู’ ุชูŽุฏู’ุจููŠู’ุฑูŽู‡ูู…ู’, ูˆูŽู‚ูŽุฑู‘ูุฑ ุชูŽุฏู’ู…ููŠู’ุฑูŽู‡ูู…ู’, ูˆูŽุงู‚ู’ุทูŽุนู’ ุฏูŽุงุจูุฑูŽู‡ูู…ู’, ูˆูŽุฎูุฐู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฎู’ุฐูŽ ุนูŽุฒููŠู’ุฒู ู…ูู‚ู’ุชูŽุฏูุฑู, Ya Allah! Ubahlah langkah mereka, tentukan penghancuran terhadap mereka, berantaslah mereka, dan siksalah mereka dengan siksaan yang sangat pedih. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุฒู‘ูู‚ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูู…ูŽุฒู‘ูŽู‚ู ู…ูŽุฒู‘ูŽู‚ู’ุชูŽู‡ู ู„ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆููƒูŽ, ุฅูู†ู’ุชูุตูŽุงุฑู‹ุง ูู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุฆููƒูŽ, Ya Allah! Cabik-cabiklah mereka, sebagaimana Engkau mencabik-cabik para muruh-Mu untuk membantu para Nabi, Rasul dan auliyaโ€™-Mu. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุชูŽุตูุฑู’ู„ูŽู†ูŽุง ุงูู†ู’ุชูุตูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูู„ุฃูŽุญู’ุจูŽุงุจููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆููƒูŽ ูฃร—. Ya Allah! Menangkanlah kami, seperti kemenangan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ุงูŽ ุชูู…ูŽูƒู‘ูู†ู ุงู’ู„ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ูููŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽู…ูู†ู‘ูŽุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฐูู†ููˆุจูู†ูŽุง ูฃร—, Ya Allah! Jangan Engkau kokohkan para musuh pada kami dan dari kami dan jangan Engkau berikan kekuasaan pada mereka untuk menguasai kami disebabkan dosa-dosa kami. ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ูงร—. ุญูู…ู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุตู’ุฑู ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูŽุฑููˆู†ูŽ. Haa miim 7x. Telah ditakdirkan suatu urusan dan telah datang pertolongan, sehingga mereka tidak mampu mengalahkan kami. ุญู…ุนุณู‚ ุญูู…ูŽุงูŠูŽุชูู†ูŽุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฎูŽุงูู, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุญูŽู‚ู‘ู ุทูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงูู, ูˆูŽุณููˆุฑูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽุญู’ู‚ูŽุงูู, ุจูู„ูุทู’ูููƒูŽ ูŠูŽุงุฎูŽูููŠู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู„ู’ุทูŽุงูู, ู†ูŽุฌู‘ูู†ูŽุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฎูŽุงูู, Haa miim aiib siin qaaf adalah perlindungan kami dari apa saja yang kami takuti. Ya Allah! Berkat Thaha, Qaf dan surat al-Ahqaf, berkat kelemah-lembutan-Mu, wahai Yang Samar kelemah lembutannya, Selamatkan kami dari apa saja yang kami takuti. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ู‚ู†ูุงูŽ ุดูŽุฑู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽู‰, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุญูŽู„ุงู‘ู‹ ู„ูู„ู’ุจูŽู„ู’ูˆูŽู‰, ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุทูู†ูŽุง ุฃูŽู…ูŽู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูŽุงุกู ูˆูŽ ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ูŽู„ู, Ya Allah Lindungi kami dari kejahatan yang paling buruk dan jangan Engkau jadikan kami sebagai tempat sasaran balak-bencana. Ya Allah! Anugerahilah kami pengharapan dan di atas harapan. ูŠูŽุงู‡ููˆูŽ ูŠูŽุงู‡ููˆูŽ ูŠูŽุงู‡ููˆูŽ, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ู„ูููŽุถู’ู„ูู‡ู ู†ูŽุณู’ุฆูŽู„ููƒูŽ, ุฅูู„ูŽู‡ูู‰ ุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู„ูŽ, ุฅูู„ูŽู‡ูู‰ ุงู’ู„ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉูŽ, Wahai Dia, wahai Dia, wahai Dia! Wahai Dzat yang dengan kelebihan-Nya bagi kelebihan-Nya, kami memohon, wahai Tuhanku, segera kabulkan, segera kabulkan, segera kabulkan. Tuhanku, semoga terkabul, semoga terkabul, semoga terkabul. ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ ู†ููˆุญู‹ุง ููู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆูู‡ู, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฏู‘ูŽ ูŠููˆุณูููŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจูŽ, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุดูŽููŽ ุงู„ุถู‘ูุฑู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ููˆุจูŽ, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุฒูŽูƒูŽุฑููŠู‘ูŽุง, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจูู„ูŽ ุชูŽุณู’ุจููŠู’ุญูŽ ูŠููˆู†ูุณูŽ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุชู‘ูŽู‰, Wahai Dzat Yang mengabulkan doa Nabi Nuh dalam masalah kaummnya. Wahai Tuhan Yang menolong Nabi Ibrahim atas para musuhnya. Wahai Tuhan Yang mengembalikan Nabi Yusuf ke dalam pangkuan Nabi Yaโ€™qub. Wahai Tuhan Yang menghilangkan penderitaan bahaya dari Nabi Ayyub. Wahai Tuhan Yang mengabulkan doa Nabi Zakariyya. Wahai Tuhan Yang menerima tasbihnya Nabi Yunus bin Matta. ู†ูŽุณู’ุฆูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุงุชู, ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุงุจูู‡ู ุฏูŽุนูŽูˆู’ู†ูŽุง, ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุทููŠูŽู†ูŽุง ู…ูŽุงุณูŽุฃูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูŽ, ุฃูŽู†ู’ุฌูุฒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู‡ู ู„ูุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ, ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุตู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุธู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุชู’ุญู ุงู„ู’ู…ูุจููŠู’ู†ูŽ, ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ูƒูู†ู’ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ, Kami memohon kepada Engkau, Ya Allah, dengan perantaraan berbagai rahasia para pendoa yang terkabul tersebut, kiranya Engkau menerima dari kami apa saja yang kami mintakan kepada-Mu dan kiranya Engkau memberikan kepada kami apa saja yang kami mohonkan kepada-Mu. Wujudkan untuk kami janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu yang shalih, janji berupa bantuan, pertolongan dan kemenangan yang gemilang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku sungguh termasuk golongan orang-orang yang zhalim. ุฅูู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽุชู’ ุขู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ูˆูŽุนูุฒู‘ูŽุชููƒูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูŽ, ูˆูŽุฎูŽุงุจูŽ ุฑูŽุฌูŽุงุคูู†ูŽุง ูˆูŽุญูŽู‚ู‘ููƒูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ูููŠู’ูƒูŽ ูฃร— Terputus angan-angan kami, Demi Kemuliaan-Mu, selain yang berasal dari-Mu. Gagal harapan kami, Demi Hak-Mu, selain yang ada pada-Mu. ุฅูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุทูŽุฃูŽุชู’ ุบูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุนูŽุฏูŽุชู’ * ููŽุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุฆู ู…ูู†ู‘ูŽุงุบู€ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽู„ู‡ู Jika terlambat dan menjadi jauh pasukan kerabat, maka sesuatu yang paling dekat dari kami adalah pasukan Allah. ูŠูŽุงุบูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฌูุฏู‘ูู‰ ุงู„ุณูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุณู’ุฑูุนู€ูŽุฉู‹ * ูู‰ู ุญูŽู„ู‘ู ุนูู‚ู’ุฏูŽุชูู†ูŽุง ูŠูŽุงุบูŽู€ุงุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฏูŽุชู ุงู„ู’ุนูŽู€ุงุฏููˆู†ูŽ ูˆูŽุฌู€ู€ู€ูŽุงุฑููˆุง * ูˆูŽุฑูŽุฌู€ู€ูŽูˆู’ู†ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูุฌูู€ู€ูŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽูƒูŽู€ู€ู€ู€ููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ูู€ู€ู€ูŠู‘ู‹ุง * ูˆูŽูƒูŽู€ู€ู€ููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‡ู ู†ูŽุตูู€ูŠู’ุฑู‹ุง Wahai Pasukan Allah, bergegas-gegaslah bergerak secara cepat, di dalam mengurai tali simpul kami, wahai pasukan Allah. Telah kembali dan berlari orang-orang yang kembali, dan kami berharap kepada Allah sebagai orang yang lari. Cukuplah Allah sebagai Pelindungku. Dan cukup Allah sebagai Penolongku. ูŠูŽุงูˆูŽุงุญูุฏู ูŠูŽุงุนูŽู„ูู‰ู‘ู ูŠูŽุงุญูŽู„ููŠู’ู…ู, ูˆูŽุญูŽุณู’ุจูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽู„ู‡ู ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠู’ู„ู, ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู‘ูŽู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู, ุณูŽู„ุงูŽู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ููˆุญู ููู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ, ุฅูุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุขู…ููŠู’ู† ุขู…ููŠู’ู† ุขู…ููŠู’ู†. Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Penyantun! Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera atas Nabi Nuh di alam semesta. Kabulkan doa kami. Amin. Amin. Amin. ููŽู‚ูุทูุนูŽ ุฏูŽุงุจูุฑู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ. ูˆูŽุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุณูŽูŠู‘ูุฏู ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ, ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Sehingga jadilah mereka tidak diperlihatkan selain tempat-tempat tinggal mereka. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat taโ€™zhim kepada junjungan kami, Muhammad yang menjadi penghulu para Rasul, beserta keluarga dan sahabatnya seluruhnya. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆูŽู†ูŽุง ุนูŽุฏูŽุฏู‹ุง, ููŽุจูŽุฏู‘ูุฏู’ ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฏูŽุฏู‹ุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุจู’ู‚ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง, ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงู‚ูู‰ ุณูŽุฑู’ู…ูŽุฏู‹ุง. Ya Allah! Engkau mengetahui musuh-musuh kami berbilang-bilang, cerai beraikan persatuan mereka dengan sungguh-sungguh dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorang pun, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal abadi. ูˆูŽู…ูŽูƒูŽุฑููˆุง ู…ูŽูƒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู…ูŽูƒูŽุฑู’ู†ูŽุง ู…ูŽูƒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ุนูุฑููˆู†ูŽ. ููŽุงู†ู’ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ู…ูŽูƒู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽุง ุฏูŽู…ู‘ูŽุฑู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู…ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ. ููŽุชูู„ู’ูƒูŽ ุจููŠููˆุชูู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงูˆููŠูŽุฉู‹ ุจูู…ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง. Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar pula, sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. QS an-Naml 50. ุชูุฏูŽู…ู‘ูุฑู ูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญููˆุง ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali bekas-bekas tempat tinggal mereka. QS al-Ahqaf 25. ููŽู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงู‚ููŠูŽุฉู. ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฎูŽุงูˆููŠูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุฑููˆุดูู‡ูŽุง. ููŽู‚ูุทูุนูŽ ุฏูŽุงุจูุฑู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. QS al-Haaqqah . Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. QS al-Anโ€™am 45. Penjelasan Hizib di atas dibaca sekali atau tiga kali setelah sebelumnya didahului membaca Hasbunalloohu wa niโ€™mal wakiil sebanyak 450 kali. Jika menghadapi problem atau masalah yang serius, penting dan mendesak, Hizib di atas dapat dibaca sampai 41 kali, setelah sebelumnya membaca Hasbanah seperti di atas. Demikian pula sewaktu menghadapi persoalan dan urusan sangat penting, serius dan mendesak, bacalah Hasbanah 100x, lalu membaca hizib Nashr 3x, lalu membaca Hasbanah lagi 100 x, diteruskan bacaan hizib 3 x. Begitu seterusnya sampai Hasbanah dibaca sebanyak 1000 x dan Hizib menjapai jumlah 30 x. Download Hizib Nashor Bila Anda ingin mendownloadnya dalam bentuk PDF, silakan klik download di bawah ini. Video Hizib Nashor Peringatan !Bagi anda yang ingin mengamalkan Hizib di atas sebaiknya atas bimbingan guru dan telah mendapatkan ijazah. Semoga dimudahkan semua urusan Anda oleh Allah Swt. ________________________________ * Teks Doa diambil dari kitab asli berbahasa arab "Khulashoh Syawariq al-Anwar" KSA, tulisan Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani Artikel Terkait Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul Download PDF Bacaan Hizib Nashor Lengkap Arab dan Khasiat serta Cara Mengamalkannya, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat. Hizib nashor sangat populer di kalangan masyarakat umum. Hizib tersebut juga disebut dengan hizib qahr. Penyusunnya adalah seorang wali Qutb Syekh Abi Hasan As-Syadzili yang menjadi kiblat dari tarekat Syadziliyah. Biasanya diamalkan oleh penganut tarekat Syadziliyah dan Qadiriah secara istiqamah. Mengenal Hizib NashorPetunjuk MengamalkanKeistimewaan Hizib NashorMengalahkan MusuhMengandung Karomah TinggiMemberikan Pertolongan dari AncamanMengobati PenyakitMembantu Masalah KeuanganMengabulkan HajatShare thisRelated posts Mengenal Hizib Nashor Hizib yang ditulis ketika terjadi perang melawan tentara salib ini sangat terkenal sebagai wirid ampuh untuk menangkal berbagai serangan dari musuh atas izin dari Allah SWT. Masyarakat telah membuktikan betapa mujarabnya khasiat wirid ini. Setiap doโ€™a yang diminta insya Allah terkabul. Baca Juga Cara Mengamalkan Hizib Autad Sahabat muslim bisa membaca dan mengamalkan hizib tersebut yang artinya seperti berikut Artinya โ€œDengan menyebut asmaโ€™ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekuasaan; aku berpegang teguh pada yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertawakkal kepada Sang Raja yang hidup abadi lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk kedalam penjagaan Allah. Aku masuk kedalam pemeliharaan Allah. Aku masuk kedalam pengamanan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa aiin shaad aku dijaga dan berkat haa miim aiin siin qaaf aku dilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agungโ€ Artinya โ€œYaa Allah! Dengan perantaraan kekuatan kekua-saan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kecepatan datangnya pertolongan-Mu; dengan perantaraan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlindungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, Bagi para pecinta tasawuf dan ahli tarekat tentu tidak asing dengan nama Abu Hasan As-Syadzili. Beliau adalah ulama sufi tersohor yang lahir di Mesir pada tahun 1197 M dan wafat ketika berumur 61 tepatnya pada tahun 1258 M. Berdasarkan nasabnya, merupakan keturunan Rasulullah SAW yang berasal dari jalur Hasan. Baca Juga Hizib Nawawi dan Keutamaannya Petunjuk Mengamalkan Dibaca pagi dan sore setiap hari, caranya didahului dengan membaca โ€œHasbunallahu wa niโ€™mal wakilโ€ sebanyak 450 kali yang merupakan syarat utama baru kemudian membaca hizib 3 kali atau satu kali. Mendatangkan kewibawaan dengan mengamalkan usai sholat wajib dengan diawali membaca 450 kali โ€œHasbunallahu wa niโ€™mal wakilโ€ lalu hizib dibaca 3 kali. Sahabat muslim ketika membacanya harus khusyuk. Apabila dikuasai oleh seorang musuh atau orang zalim maka sahabat muslim bisa mengamalkan usai sholat isya. Caranya berwudhu, lalu berdiri untuk melakukan 2 rakaat sholat hajat. Setelah itu, wirid โ€œHasbunallahu wa niโ€™mal wakilโ€ 450 kali dilanjutkan hizib 7 kali pada sekali duduk. Insya Allah jika dilakukan rutin akan terbebas dari belenggu musuh. Dalam mengamalkannya harus ekstra hati-hati terutama jika ditujukan untuk orang lain yang dianggap musuh. Apalagi faktanya orang tersebut hanya tidak disenangi karena alasan pribadi saja. Jika demikian, maka dampaknya bisa dirasakan oleh pembacanya sendiri. Hal senada seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Al-Mafakhir Al-aliyah fi Al-Maโ€™atsir As-Syadziliyah. Allah akan menghancurkan orang yang bertindak sewenang-wenang, durhaka dan zalim serta melampaui batas. Musuh yang seharusnya dilawan dan dibentengi dengan membaca hizib adalah orang yang menghalangi perjuangan dakwah agama Islam. Musuh tersebut bisa dalam wujud manusia atau pun makhluk yang tidak dapat dilihat seperti setan dan jin. Sahabat muslim harus memiliki ijazah agar bisa mengamalkannya, yaitu belajar bersama seorang guru yang telah ahli. Tanpa adanya bimbingan bisa mendatangkan mudharat. Satu hal yang harus selalu diingat adalah niat mengamalkan hanya untuk sebagai pelindung diri dan tidak untuk menyakiti orang lain. Keistimewaan Hizib Nashor Mengalahkan Musuh Pembaca hizib akan diberi pertolongan untuk mengalahkan musuh sampai tuntas tanpa ada sisa. Selain itu, juga memberikan efek menaklukkan musuh seperti namanya yang dikenal sebagai hizib al-qahr yang artinya penakluk. Bahkan, bisa membuat seseorang tidak mempan terhadap serangan benda tajam. Mengandung Karomah Tinggi Karomah dapat dirasakan jika sahabat muslim mengamalkan secara konsisten, rutin dan istiqamah. Energi spiritual di dalamnya paling hebat. Kehebatan doโ€™anya telah dikenal terutama di lingkungan pondok pesantren. Salah satu contohnya adalah mendatangkan keberanian untuk melawan pengeroyok orang yang tidak senang. Di sisi lain, juga melawan orang yang iri terhadap keberhasilan dan kesuksesan yang telah diraih. Baca Juga Khasiat dan Manfaat Hizib Barqi Memberikan Pertolongan dari Ancaman Saat terhimpit sesuatu maka sahabat muslim dapat memanfaatkan hizib agar mendapatkan perlindungan dan keselamatan. Dengan demikian, bisa terhindar dari ancaman gaib maupun nyata yang berbahaya bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Selain itu, bisa menolak balaโ€™, menangkal dari serangan santet, sihir dan tenun. Mengobati Penyakit Para pakar ilmu hikmah telah menggunaknnya untuk menolong banyak orang mengobati berbagai jenis penyakit baik medis ataupun nonmedis. Misalnya adalah mengobati orang gila, sakit ayan, kerasukan jin, luka memar akibat pukulan dan lain-lain. Apabila dikerjakan terus menerus maka sahabat muslim semua akan merasakan manfaatnya yang luar biasa hebat. Membantu Masalah Keuangan Apabila sedang dalam kondisi susah terutama dalam hal keuangan maka dengan mengamalkan wirid ini akan membantu mencari solusi terbaik sebagai jalan keluar dan bisa juga menghilangkan kesialan. Bahkan, kelak di akhirat akan mendapatkan pertolongan Nabi Muhammad SAW. Baca Juga Keutamaan dan Tata Cara Membaca Hizib Bahr Mengabulkan Hajat Hajat seseorang dapat terkabul dengan melakukan amalan ini sesuai dengan petunjuk. Selain itu, juga akan memberikan kewibawaan yang membuat orang lain senang dan segan saat melihat serta menambah kepercayaan pada diri seseorang. Baca Juga Bacaan Wirid Sakran Beserta Manfaatnya Keistimewaan membaca hizib nashor begitu banyak. Namun, sahabat muslim harus bijak dalam mengamalkannya agar tidak salah sasaran hingga justru malah membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu pentingnya memiliki seorang guru yang akan membimbing saat mempelajarinya. Lihat Juga Harga Ready Mix Pemuda Muslim Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri Programmer Blogger Desainer Siapa yang tidak kenal dengan Hizib Nashor? Sebuah kumpulan doa-doa yang disusun oleh Syeikh Abu Hasan Asy-Syadzili, seorang ulama kharismatik di jamannya. Sebagai pendiri Thariqah Syadziliyah, beliau tidak hanya menyusun Hizib Nashor ini, ada pula satu Hizib yang juga sangat terkenal dan banyak dibaca oleh kaum muslimin, yakni Hizib Bahar. Syeikh Abu Hasan Asy-Syadzili sendiri lahir di Maroko, dan Meninggal dunia / wafat di Mesir. Secara nasab, beliau masih masuk keturunan Rasulullah saw, melalui jalur Sayyidina Hasan. Di Indonesia sendiri, Hizib yang disusun oleh ulama yang hidup diantara 1197 M - 1258 M, merupakan salah satu wirid dan doa yang banyak di baca. Keutamaan Membaca Hizib Nashor Layaknya Hizib Bahar, Hizib Nashor juga memiliki beberapa faedah, antara lain Menolak Bala' Menangkal Sihir, Santet, Tenung Menggetarkan hati musuh Untuk keselamatan jiwa, keluarga, dan masyarakat Tentu saja, semua khasiat Hizib Nashor tersebut atas seizin Allah swt. Sehingga, sebagai usaha Batin, tidak salah jika sahabat juga membaca dan mengamalkannya. Apakah anda ingin mengamalkan Hizib Nashor ini? Silahkan anda baca di bawah ini, atau anda bisa mendownloadnya melalui LINK berikut Teks Hizib Nashor Hizib Nashar, mungkin dikalangan pesantren nama ini sudah tidak asing, namun akan sangat asing jika di ucapkan kepada orang awam. Apalagi bagi orang-orang yang masih awam dalam urusan agama. Hizib Nashar, dari segi nama bisa diketahui bahwa hizib ini adalah bacaan atau doa meminta pertolongan kepada Allah atas keselamatan dari musuh dan mengalahkan musuh Islam. Pengarang Hizib Nashar adalah syaikh Abi Hasan as-Syadzili, beliau dilahirkan di Ghammarah Moroko pada tahun 593 H. Beliau adalah ulama ahli ibadah dan menjadi pendiri Thariqah Syadziliah. Hizib Nashar sangat baik untuk dijadikan sebagai wiridan setiap hari agar bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan sebagai tambahan amal Ibadah kita kepada Allah, seperti firman Allah ุงุฏุนูˆู†ูŠ ุงุณุชุฌุจ ู„ูƒู…, ini dia bacaan hizib nashar beserta terjemahannya Hendaknya sebelum membaca hizib nashar agar membaca pendahuluan berikut ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู. ุชูŽุญูŽุตู‘ูŽู†ู’ุชู ุจูุฐูู‰ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒููˆุชู, ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุตูŽู…ู’ุชู ุจูุฐูู‰ ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุจูŽุฑููˆุชู, ูˆุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู ุงู„ุญูŽู„ููŠู’ู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ูŽุงู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู…ููˆุชู, ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุญูุฑู’ุฒู ุงู„ู„ู‡ู, ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุญููุธู ุงู„ู„ู‡ู, ูˆูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ููู‰ ุฃูŽู…ูŽุงู†ู ุงู„ู„ู‡ู, ุจูุญูŽู‚ู‘ู ูƒู‡ูŠุนุต ูƒููููŠู’ุชู, ูˆุจุญู…ุนุณู‚ ุญูู…ููŠู’ุชู, ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู โ€œDengan menyebut asmaโ€™ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekua-saan; aku berpegangn teguh pada Yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertakawakkal kepada Sang Raja Yang Hidup Abadi lagi Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, Yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk kedalam penjagaan Allah. Aku masuk kedalam Pemeliharaan Allah. Aku masuk kedalam Penga-manan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa aiin shaad aku dijaga dan berkat haa miim aiin siin qaaf akudilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฅูู†ู‘ููŠ ุนูุฐู’ุชู ุจูุฑูŽุจู‘ููŠ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุชูŽูƒูŽุจู‘ูุฑู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุณูŽุทู’ูˆูŽุฉู ุฌูŽุจูŽุฑููˆุชู ู‚ูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ, ูˆูŽุจูุณูุฑู’ุนูŽุฉู ุฅูุบูŽุงุซูŽุฉู ู†ูŽุตู’ุฑููƒูŽ, ูˆูŽุจูุบูŽูŠู’ุฑูŽุชููƒูŽ ู„ูุงู†ู’ุชูู‡ูŽุงูƒู ุญูุฑูู…ูŽุงุชููƒูŽ, ูˆูŽุจูุญูู…ูŽุงูŠูŽุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู ุงุญู’ุชูŽู…ูŽู‰ ุจูุขูŠูŽุชููƒูŽ, ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุงุงูŽู„ู„ู‡ ูŠูŽุงุณูŽู…ููŠู’ุนู ูŠูŽุงู‚ูŽุฑููŠู’ุจู ูŠูŽุงู…ูุฌููŠู’ุจู ูŠูŽุงุณูŽุฑููŠู’ุนู ูŠูŽุงู…ูู†ู’ุชูŽู‚ูู…ู ูŠูŽุงุดูŽุฏููŠู’ุฏูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุทู’ุดู ูŠูŽุงุฌูŽุจู‘ูŽุงุฑู ูŠูŽุงู‚ูŽู‡ู‘ูŽุงุฑู ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูุนู’ุฌูุฒูู‡ู ู‚ูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุจุงูŽุจูุฑูŽุฉู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุธูู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‡ูŽู„ุงูŽูƒู ุงู„ู’ู…ูุชูŽู…ูŽุฑู‘ูุฏูŽุฉู, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูู„ููˆู’ูƒู ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽูƒูŽุงุณูุฑูŽุฉู, ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ูƒูŽูŠู’ุฏูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงุฏูŽู†ูู‰ู’ ููู‰ู’ ู†ูŽุญู’ุฑูู‡ู ูˆูŽู…ูŽูƒู’ุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽูƒูŽุฑูŽ ุจูู‰ู’ ุนูŽุงุฆูุฏู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู, ูˆูŽุญููู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽููŽุฑูŽู„ูู‰ู’ ูˆูŽุงู‚ูุนู‹ุง ูููŠู’ู‡ูŽุง, ูˆูŽ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุจูŽ ู„ูู‰ู’ ุดูŽุจูŽูƒูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฎูุฏูŽุงุนู ุฅูุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ูŠูŽุงุณูŽูŠู‘ูุฏูู‰ ู…ูุณูŽุงู‚ู‹ุง ุงูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูุตูŽุงุฏู‹ุง ูููŠู’ู‡ุงู‹ ูˆูŽุงูŽุณููŠู’ุฑู‹ุงู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ูŽุง, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูุญูŽู‚ู‘ู ูƒู‡ูŠุนุต ุฅููƒู’ููู†ูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูุฏูŽุง, ูˆูŽู„ูŽู‚ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฏูŽุง, ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ูู…ู’ ู„ููƒูู„ู‘ู ุญูŽุจููŠู’ุจู ููุฏูŽุง, ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽุงุฌูู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูู‚ู’ู…ูŽุฉู ููู‰ ุงู’ู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฏูŽุง, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุฏู‘ูุฏู’ ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ูู…ู’, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ููŽุฑู‘ูู‚ู’ ุฌูŽู…ู’ุนูŽู‡ูู…ู’, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‚ู’ู„ูู„ู’ ุนูŽุฏูŽุฏูŽู‡ูู…ู’, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฆูุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ุตูู„ู ุงู’ู„ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏูŽุงุฆูุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ู, ูˆูŽุงุณู’ู„ูุจู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุฏูŽุฏูŽ ุงู’ู„ุงู ู…ู’ู‡ูŽุงู„ู, ูˆูŽุบูู„ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽู‡ูู…ู’, ูˆูŽุงุฑู’ุจูุทู’ ุนูŽู„ู‰ูŽ ู‚ูู„ููˆู’ุจูู‡ูู…ู’, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุจูŽู„ู‘ูุบู’ู‡ูู…ู ุงู’ู„ุงูŽู…ูŽุงู„ู, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุฒู‘ูู‚ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูู…ูŽุฒู‘ูŽู‚ู ู…ูŽุฒู‘ูŽู‚ู’ุชูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุฆููƒูŽ, ุฅูู†ู’ุชูุตูŽุงุฑู‹ ุงูู„ุงูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุฆููƒูŽ, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุชูŽุตูุฑู’ ู„ูŽู†ุงูŽ ุงู†ู’ุชูุตูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูู„ุฃูŽุญู’ุจุงูŽุจููƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ . ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ุงูŽ ุชูู…ูŽูƒู‘ูู†ู ุงู’ู„ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ูููŠู’ู†ุงูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ุงูŽ ุจูุฐูู†ููˆู’ุจูู†ุงูŽ. 3ร— ุญู… 7ร—, ุญูู…ู‘ูŽ ู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุตู’ุฑู ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ุงูŽ ู„ุงูŽูŠูู†ู’ุตูŽุฑููˆู’ู†ูŽ, ุญู…ุนุณู‚ ุญูู…ูŽุงูŠูŽุชูู†ุงูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฎูŽุงูู, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‚ูู†ุงูŽุดูŽุฑู‘ูŽุงู’ู„ุงูŽุณู’ูˆูŽุงุกู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ุงูŽ ู…ูŽุญูŽู„ุงู‘ู‹ ู„ูู„ู’ุจูŽู„ู’ูˆูŽู‰, ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุทูู†ุงูŽ ุฃูŽู…ูŽู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูŽุงุกู ูˆูŽููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ูŽู„ู, ูŠูŽุงู‡ููˆู’ ูŠูŽุงู‡ููˆู’ ูŠูŽุงู‡ููˆู’, ูŠูŽุงู…ูŽู†ู’ ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ู„ูููŽุถู’ู„ูู‡ู ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ, ุฅูู„ูŽู‡ูู‰ ุงู’ู„ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู’, ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ ู†ููˆู’ุญู‹ุง ููู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู, ูˆูŽ ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุฆูู‡ู, ูˆูŽ ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฏู‘ูŽ ูŠููˆู’ุณูููŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ูŠูŽุนู’ู‚ููˆู’ุจูŽ, ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุดูŽููŽ ุถูุฑู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ููˆู’ุจูŽ, ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุฒูŽูƒูŽุฑููŠู‘ูŽุง, ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจูู„ูŽ ุชูŽุณู’ุจููŠู’ุญูŽ ูŠููˆู’ู†ูุณูŽ ุจู’ู†ู ู…ูŽุชู‘ูŽู‰, ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุจูุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชู, ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ู…ูŽุงุจูู‡ู ุฏูŽุนูŽูˆู’ู†ุงูŽูƒูŽ, ูˆูŽ ุงูŽู†ู’ ุชูุนู’ุทููŠูŽู†ุงูŽ ู…ูŽุงุณูŽุฃูŽู„ู’ู†ุงูŽูƒูŽ, ุฃูŽู†ู’ุฌูุฒู’ู„ูŽู†ุงูŽ ูˆูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู‡ู ู„ูุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ, ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ, ุฅูู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽุชู’ ุขู…ูŽุงู„ูู†ุงูŽ ูˆูŽุนูุฒู‘ูŽุชููƒูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽู…ูู†ู’ูƒูŽ, ูˆูŽุฎูŽุงุจูŽ ุฑูŽุฌูŽุงุคูู†ุงูŽ ูˆูŽุญูŽู‚ู‘ููƒูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽูููŠู’ูƒูŽ , ุฅูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุทูŽุฃูŽุชู’ ุบูŽุงุฑูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุนูŽุฏูŽุชู’ ููŽุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ุดูŽู‰ู’ุกู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุบูŽุงุฑูŽุฉูุงู„ู„ู‡, ูŠูŽุงุบูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฌูุฏู‘ูู‰ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุณู’ุฑูุนูŽุฉู‹ ููู‰ ุญูŽู„ู‘ู ุนูู‚ู’ุฏูŽุชูู†ุงูŽ ูŠูŽุงุบูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู, ุนูŽุฏูŽุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุฌูŽุงุฑููˆู’ุง, ูˆูŽุฑูŽุฌูŽูˆู’ู†ุงูŽ ุงู„ู„ู‡ ู…ูุฌููŠู’ุฑู‹ุง, ูˆูŽูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ููŠุงู‹, ูˆูŽูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‡ู ู†ูŽุตููŠู’ุฑู‹ุง, ูˆูŽ ุญูŽุณู’ุจูู†ูŽุงุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู’ู„ูˆูŽูƒููŠู’ู„ู , ูˆูŽู„ุงูŽุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ูู‰ู‘ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู, ุณูŽู„ุงูŽู…ูŒ ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ููˆู’ุญู ููู‰ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ, ุฅูุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ู„ูŽู†ุงูŽ, ุขู…ููŠู’ู†ูŽ. 3ร— ููŽู‚ูุทูุนูŽ ุฏูŽุงุจูุฑู ุงู’ู„ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆู’ุง, ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ, ูˆูŽุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูŽ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ. โ€œDan Musa berkata "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". QS al-Mukmin 27 Ya Allah, dengan serbuan kekuasaan sifat kemenangan-MU, dengan pertolongan sifat penolong-MU, dengan kecermatan-MU terhadap perongrongan kehormatan-MU dan dengan perlindungan-MU terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-MU, kami memohon kepada-MU Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar, wahai Dzat Yang Maha Dekat, wahai Dzat Yang Maha Pengabul permintaan, wahai Dzat Yang Maha cepat berlaku Aqdla-NYA, wahai Dzat Yang Maha Penyiksa, wahai Dzat Yang Maha keras siksaan-NYA, wahai Dzat Yang Maha Pemaksa, wahai Dzat Yang Maha Menang, wahai Dzat Yang tidak akan melemahkan-NYA keperkasaan pemaksa dan yang tidak akan mengagungkan pada-NYA kebinasaan raja-raja dan kaisar-kaisar pendurhaka, hendaklah Engkau jadikan tipu daya orang yang menipu dayaku dalam lehernya, hendaklah Engkau jadikan tipuan orang yang menipuku agar kembali kepadanya, dan lubang orang orang yang menggali agar aku terjerumus kedalamnya dan orang yang memasang perangkap tipuan untukku, jadikanlah ia tergiring kepadanya dan terperangkap kepadanya serta tertahan padanya. Ya Allah dengan kehormatan ูƒู‡ูŠุนุต Kaaf Haa Yaa Ain Shad semoga Engkau mencukupiku atas musuh-musuhku, dan semoga Kau binasakan mereka dan jadikanlah mereka untuk tiap kekasih sebagai tebusan , jadikanlah untuk mereka kesegeraan siksaan pada hari ini dan esok pagi. Wahai Allah, semoga Engkau porak-porandakan perkumpulan mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, Wahai Allah sedikitkanlah jumlah mereka. Ya Allah semoga Engkau jadikan lingkungan siksaan atas mereka, Ya Allah sampaikanlah siksaan kepada mereka, Ya Allah keluarkanlah mereka dari sifat santun Engkau, cabutlah penangguhan siksaan atas mereka, belenggulah tangan-tangan mereka dan ikatlah hati-hati mereka dan janganlah Kau sampaikan angan-angan mereka. Ya Allah robeklah mereka dengan robekan-robekan yang Engkau robekkan musuh-musuh Engkau untuk menolong nabi-nabi Engkau dan utusan-utusan serta kekasih Engkau. Ya Allah berilah kami pertolongan dengan pertolongan yang Engkau berikan kepada kekasih-kekasih-MU terhadap musuh-musuh-MU 3x Ya Allah, janganlah Engkau mungkinkan musuh-musuh bagi kami, dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami karena dosa-dosa kami 3x ุญู… 7x Haa Miim telah pasti perkara dan telah datang kemenangan dan atas kami semoga mereka tidak diberi kemenangan , ุนุณู‚ ุญู… Haa Miim Ain Siin Qaaf adalah penjaga kami dari ketakutan yang kami takuti. Wahai Allah lindungilah kami dari kejahatan yang menyusahkan dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai tempat ujian. Ya Allah, semoga Engkau beri kami atas harapan kami dan yang diatas harapan kami. Ya Huuโ€ฆYa Huuโ€ฆYa Huu Wahai Dzat yang dengan anugerah-NYA untuk anugerah-NYA kami mohon kepada-MU kesegeraan, kesegeraan, Duhai Tuhan kami kami mohon dikabulkan, Mohon dikabulkan wahai Dzat yang mengabulkan Nuh atas kaumnya, Wahai Dzat yang menolong Ibrahim terhadap musuh-musuhnya, Wahai Dzat yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Yaโ€™kub, Wahai Dzat yang menyingkap kemelaratan Nabi Ayyub, Wahai Dzat yang mengabulkan doโ€™a Nabi Zakaria, Wahai Dzat yang menerima tasbih nabi Yunus bin Matta, kami mohon kepada-MU dengan lantaran doa-doa ini, semoga Engkau menerima perkara-perkara yang kami mohonkan Kepada-MU dan berilah kami apa-apa yang kami mohon kepada-MU , semoga Engkau tunaikan janji โ€“MU seperti yang Kau tunaikan kepada hamba-hamba-MU yang Muโ€™min. Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menganiaya, telah putus harapan kami, demi kemulyaan Engkau melainkan dari Engkau, dan telah gagal harapan kami, demi kebenaran Engkau melainkan kepada Engkau. Jika bantuan dari kerabat terlambat dan menjauh, maka sedekat-dekat pertolongan adalah pertolongan-MU. Wahai bantuan Allah, ayunkanlah langkah kami dengan cepat dalam menguraikan keruwetan kami, Wahai Allah, telah melampaui batas orang-orang yang melampaui batas dan mereka durhaka, sedang kami mengharapkan Allah sebagai Penolong kami. Cukuplah bagi kami Allah sebagai Pemelihara, cukuplah bagi kami Allah sebagai Penolong. Allahlah yang mencukupi kami dan Dialah sebaik-baik wakil. Tidak ada daya untuk menghindar dari maksiat dan tidak ada kekuatan untuk beribadah selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh diseluruh alam. Semoga Engkau kabulkan doa kami. Kabulkanlah Ya Allah. 3x. Kemudian babatlah barisan belakang kaum yang dholim. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dan semoga rahmat ta;dzim senantiasa terlimpah atas junjungan kami Nabi Muhammad, atas keluarganya dan semua sahabat beliauโ€ฆ.โ€ semoga hizib nashar ini bisa bermanfaat bagi para pembaca terutama bagi penulis sendiri.

bacaan hizib nashor latin